Ilustrasi ©Scoopnest

MALANGTODAY.NET – Dinas Kesehatan (Dinkes) Ambon, Provinsi Maluku, menyatakan ibu rumah tangga rentan tertular penyakit HIV /AIDS dibandingkan pekerja seks komersial (PSK).

Kepala Bidang Pemberantasan dan Pencegahan Penyakit Menular Dinkes Ambon, Yusda Tuharea mengatalan kerentanan ibu rumah tangga tertular HIV/AIDS disebabkan ketimpangan gender yang berdampak pada ketidakmampuan perempuan mengontrol perilaku seksual suami, seperti membeli jasa pekerja seks komersial dan memakai narkoba suntik.
“Suami yang lebih dulu terjangkit HIV umumnya karena pengguna narkoba suntik dan membeli jasa seks atau sering gonta ganti pasangan. Para ibu rumah tangga ini kemudian ikut tertular HIV ketika melakukan hubungan seksual dengan suaminya tanpa alat pelindung,” kata Yusda, Rabu (03/05).

Ia menjelaskan dari 202 kasus yang terjadi sepanjang tahun 2016 di kota Ambon dengan spesifikasi yang berbeda-beda yakni penderita HIV berjumlah 162 orang serta AIDS sebanyak 40 orang. Penderita laki-laki sebanyak 112 orang sementara perempuan 90 orang.

“Kasus yang terjadi sepanjang tahun 2016 sedikitnya tiga orang meninggal dunia yakni dua orang meninggal pada bulan Januari dan satu pasien lainnya pada bulan Mei,” katanya.

Yusda mengakui jumlah kasus HIV/AIDS pada 2016 lebih tinggi dibandingkan dua tahun sebelumnya, tetapi keberhasilan penyembuhan maupun penanganannya jauh lebih baik.

Keberhasilan tersebut diukur dari jumlah kasus penderita AIDS sebanyak 40 orang atau lebih sedikit dari kasus HIV yang mencapai 162 orang.

“Keberhasilan program penanganan maupun penyembuhan kasus HIV/AIDS, kita bisa lihat kasus HIV lebih mendominasi ketimbang AIDS. Hal tersebut berarti jika kasusnya adalah HIV, itu berarti kita sudah temukan kasusnya lebih awal dan penyembuhannya lebih dini, sehingga penderita masih bisa diselamatkan dan itu berarti pencegahan penularannya juga lebih baik,” katanya.

Untuk mengurangi risiko pertambahan jumlah penderita, pihaknya terus melakukan penyuluhan dan pembinaan kepada penderita, agar tidak menularkan kepada orang lain.

Selain itu upaya lain yang dilakukan adalah pengawasan lokalisasi Tanjung Batu Merah maupun tempat hiburan malam seperti karaoke dan kafe..

“Berbagai upaya terus dilakukan pihaknya bersama pemerintah untuk menekan penyebaran virus ini dengan melakukan penyuluhan dan pembinaan kepada para penderita agar mereka tidak menularkan kepada orang lain, serta mengawasi lokalisasi Batu Merah karena lokasi tersebut merupakan pusat penyebaran” ujarnya. (Sumber:Antara)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.