Fakta Tentang Autis yang Harus Kalian Ketahui
Ilustrasi (Istimewa)

MALANGTODAY.NET– Dilansir Centers for Disease Control and Prevention (CDC), Semakin lama kasus autisme di dunia ini akan semakin bertambah.

Meskipun bertambah, makin banyak juga masyarakat yang belum mengetahui tentang perkembangan, pengetahuan atau bahkan fakta tentang autis.

Ada beberapa fakta tentang autis yang harus kalian ketahui. Agar banyak masyarakat yang tidak salah paham lalu apa sajakah itu? Mari kita simak fakta tentang autis berikut ini.

  1. Anak autis bisa didiagnosis sejak dini

Fakta tentang anak autis yang pertama yakni mungkin cukup mencengangkan bagi kalian. Faktanya banyak anak – anak yang berusia dibawah usia 18 bulan sudah bisa didiagnosis memiliki gangguan spektrum autisme (ASD) Akan tetapi sebagian besar kondisi autisme ini juga bisa didiagnosis pada anak yang berusia kurang lebih dari 24 bulan.

  1. Gejala autis berbeda-beda

Gejala gangguan spektrum autisme pada setiap orang memang berbeda – beda. Ada yang gejalanya parah dan ada juga yang tidak. Gejala autisme pada umumnya menyerang kemampuan berkomunikasi dan berinteraksi pada lingkungannya.

Maka tidak jarang ia lebih sering menyendiri dibanding harus bermain dengan teman – teman sebayanya. Anak – anak dengan gangguan spektrum autisme juga memiliki gejala yang suka mengulang beberapa gerakan dan perilaku lalu menghindari kontak mata dengan lawan bicara atau bahkan terobsesi dengan mainan tertentu.

  1. Lebih banyak anak laki-laki yang mengidap autis

Fakta tentang anak autis yang ketiga ini bahwa lebih banyak anak laki – laki yang memiliki gangguan spektrum autisme daripada anak perempuan. Lalu ditemukan mitos bahwa anak laki – laki dari ras kulit putih lah yang lebih sering mengidap autisme. Akan tetapi hal tersebut belum terbukti benar semua ras, suku, dan usia dapat mengidap gangguan spektrum autisme.

  1. Vaksin atau imunisasi tidak akan menyebabkan autisme

Banyak mitos yang beredar bahwa autis disebabkan karena mendapat suntikan vaksin atau imunisasi. Namun hal tersebut sama sekali tidak benar. Thimerosal adalah bahan vaksin lain yang pernah meningkatkan risiko autisme. Pada akhirnya penelitian tentang vaksin ini dianggap tidak valid. Maka dari itu tidak ada bukti antara vaksin dan autisme saling berhubungan. (khp/end)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.