Ilustrasi makan tanah @ Top Sante
Ilustrasi makan tanah @ Top Sante

MALANGTODAY.NET Banyak cara yang dilakukan seseorang untuk diet. Termasuk cara-cara ekstrem seperti salah satu yang mencuat soal makan tanah liat. Belakangan, banyak penelitian yang mengungkapkan bahwa makan tanah liat bisa menurunkan berat badan.

Dilansir dari DailyMail melalui HiMedik, peneliti dari Australia menemukan bahwa tikus gemuk memiliki penurunan berat badan yang jauh lebih besar daripada tikus yang diberi obat penurun berat badan.

Bahkan dalam laman tersebut menyebutkan bahwa tren makan tanah liat sudah diadopsi oleh artis. Seperti Shailene Woodley dan Elle Macphereson yang makan tanah liat untuk detoksifikasi.

Ada pula aktor film “The Road Within” Zoe Kravitz yang menurunkan 9 kg hanya dengan mengonsumsi tanah liat bentonit.

Tidak hanya manusia modern, zaman dahulu pun juga masyarakat sudah melakukan. Seperti pada zaman Yunani kuno silam, hampir seluruh benua dilaporkan telah melakukan hal tersebut.

Perilaku juga umum terjadi di belahan bumi bagian selatan. Ditambah lagi dengan adanyanya film dokumenter Eat White Dirt pada 2015 yang menunjukkan kecintaan orang Selatan terhadap kaolin, sejenis tanah liat putih yang terbentuk dari endapan mineral.

Peneliti Universitas Australia Selatan, Tahnee Dening, sedang berusaha menemukan senyawa yang dapat meningkatkan cara tubuh menyerap pil antipsikotik.

Bahan tanah liat menurutnya tidak hanya menjebak lemak di dalam struktur partikel. Namun bisa mencegah agar tidak diserap oleh tubuh dan memastikan bahwa lemak hanya melewati sistem pencernaan.

Fungsi tersebut yang kemudian berpotensi menyembuhkan obesitas. Namun Dening memperingatkan bahwa penelitian ini masih dalam tahap yang sangat awal dan belum diuji pada manusia.

Dilansir dari NewYorkPost, Dening dan timnya menguji temuan pada tikus yang makan makanan tinggi lemak. Selama periode dua minggu, mereka diberi makan semacam tanah liat murni.

Tanah liat dalam temuannya tersebut bekerja lebih baik daripada plasebo dan obat penurun berat badan yang dia berikan kepada tikus.

“Mengingat bahwa bahan tersebut secara umum dianggap aman dan digunakan secara luas dalam produk makanan dan nutraceutical, uji klinis pada manusia dapat segera dimulai,” tambah pengawa Dening, Clive Prestidge.


Penulis: Ilham Musyafa
Editor: Ilham Musyafa

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.