BPJS Ketenagakerjaan Targetkan Persebaran Merata ke Seluruh Desa di Indonesia
Dirut BPJS Ketenagakerjaan Agus Siswanto @Arul/MalangTODAY

MALANGTODAY.NET – Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan hingga saat ini masih terus memberikan sosialisasi akan pentingnya program pemerintah tersebut. Hal ini diungkapkan langsung oleh Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan Agus Siswanto.

“Jadi karena adanya Permendagri No. 20 tahun 2018 yang berada pada Pasal 19 ayat 4 itulah kami berharap ke depannya BPJS Ketenagakerjaan bisa segera merata ke setiap desa se-Indonesia,” ungkap Agus sapaan akrabnya.

Baca Juga: Sedulur, Perhatikan 3 Peraturan Baru BPJS Ini Ya Agar Tidak Keliru Saat Berobat

Ia juga mengungkapkan bahwa hingga saat ini saja terhitung sekitar 25,7 persen desa di seluruh Indonesia telah mengikuti BPJS ketenagakerjaan.

Lebih lanjut, Agus menjelaskan bahwa BPJS Ketenagakerjaan ini terdiri dari empat program yakni jaminan keselamatan kerja, jaminan kematian, jaminan hari tua, dan jaminan pensiun.

Jaminan kecelakaan kerja diberikan saat pemegang jaminan mengalami kecelakaan kerja. Perawatan akan diberikan kepadanya hingga sembuh dan mampu kembali bekerja. Adapun jaminan kematian diberikan dalam bentuk santunan kepada duda atau janda yang ditinggal pasangannya. Hal ini juga berlaku jika duda atau janda pasangan tersebut juga meninggal di kemudian hari, maka santunan tersebut dilimpahkan kepada anaknya hingga usia 23 tahun.

Baca Juga: BPJS Ketenagakerjaan Belum Rambah Pegawai Perusahaan

“Sedangkan jaminan hari tua adalah jaminan yang bersifat tabungan yang nantinya akan diberikan ketika masa bekerja sudah tidak berproduktif,” imbuh Agus.

Sementara itu jaminan pensiun bisa disetarakan dengan pensiunan PNS. Yakni dengan bekerja minimal 15 tahun dan nantinya bisa diberikan dengan kisaran 40 persen tiap bulannya.

“Untuk 2 program bisa dengan membayar Rp 8.100 perbulan, 3 program harus membayar Rp 35 ribu per bulan, dan 4 program maka harus membayar Rp 138.000 dan nantinya dibayarkan setiap bulannya,” pungkasnya.


Reporter : Choirul Anwar
Editor : Raka Iskandar