Ilustrasi @fimela
Ilustrasi @fimela

MALANGTODAY.NET – Aktivitas merokok memang  memiliki efek tidak baik bagi kesehatan. Tidak peduli bagi orang dewasa maupun remaja sekalipun, semuanya memiliki efek yang buruk. Terutama bagi perokok sejak remaja dinilai memiliki risiko lebih buruk daripada perokok sejak dewasa.

Seperti dilansir dari Kompas, Selasa (21/5/2019) sebuah temuan terbaru mengungkapkan perbedaan perokok dewasa dengan perokok remaja. Perokok sejak usia remaja memunyai efek lebih buruk dibanding mereka yang merokok pada usia lebih tua (dewasa).

Hasil temuan ini menjelaskan paparan nikotin sejak remaja dapat mengubah cara otak merespons sistem imbalan otak yang bertanggung jawab memberikan emosi positif serta membuat perokok rentan menyalahgunakan alkohol.

Penelitian yang dipimpin oleh Ketua Neuroscience di Perelman School of Medicine, Universitas Pennsylvania, John Dani menguji tiga kelompok tikus untuk penelitian ini. mereka mengamati efek paparan nikotin terhadap aktivitas otak dan perilaku tikus.

Tim peneliti membagi tiga kelompok tikus yang berbeda. Kelompok pertama adalah tikus yang diberi suntikan nikotin setiap hari sejak masih mudah.

Ilustrasi @rappler
Ilustrasi @rappler

Kelompok kedua adalah tikus yang diberi suntikan nikotin setiap hari saat sudah tua. Kelompok ketiga adalah kelompok variabel kontrol yang mana tikus dibesarkan tanpa paparan nikotin.

Saat semua tikus dewasa, ketiganya dibiarkan mendapat minum alkohol.

Hasilnya, tikus yang sudah terkena paparan nikotin sejak masih muda akan meminum lebih banyak alkohol dibanding tikus pada kelompok dua dan tiga.

Studi ini juga mengamati aktivitas otak dari ketiga kelompok tikus, khususnya bagian neurotransmiter GABA. Tim Dani menemukan nikotin mengubah neuritransmiter Gaba pada kelompok pertama. Perubahan ini memengaruhi sistem imbalan pada otak tikus yang memicu tikus untuk meminum lebih banyak alkohol.

Neurotransmiter ini memiliki tugas untuk mengatur emosi dan kecemasan serta dapat menenangkan aktivitas otak tertentu.

Walaupun diujicobakan pada tikus, Dani berkata penelitiannya memiliki implikasi yang penting bagi manusia. Terutama saat ini anak remaja banyak menggunakan rokok elektrik atau vape yang juga memiliki kandungan nikotin. (Bas)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.