Bedak Bayi Sebabkan Kanker di AS, Bagaimana Bisa?
Ilustrasi bedak @Medical News Today

MALANGTODAY.NET – Seorang wanita bernama Terry Leavitt mengalami kanker setelah menggunakan produk bedak bayi merek Johnson & Johnson. Ia kemudian menggugat perusahaan tersebut dan berhasil memenangkan persidangan dengan memperoleh uang sebesar US$19,4 juta.

Dilansir dari Tempo, Minggu (17/3/2019), Pengadila Tinggi California, Oakland, Amerika Serikat (AS) menetapkan produk tersebut mengandung kandungan asbes yang berkontribusi besar menyebabkan mesothelioma. Penyakit ini merupakan kanker agresif yang memenuhi jaringan yang melapisi organ dalam.

Saat persidangan, Leavitt mengaku telah menggunakan produk bedak bayi Johnson & Johnson sejak tahun 1960-an dan 1970-an. Ia mengklaim dua produk itu telah menyebabkannya menderita kanker yang baru diketahui pada 2017 silam.

Namun pihak perusahaan mengaku berencana untuk mengajukan banding. Pasalnya, Johnson & Johnson menilai ada kesalahan prosedur dan pembuktian yang serius.

“Kami kecewa dengan putusan hari ini dan akan mengajukan banding karena Johnson Baby Powder tidak mengandung asbes atau menyebabkan kanker,” demikian tertulis dalam siaran pers resmi perusahaan.

National Cancer Institute menyebutkan pada tahun 2018 lalu bahwa kandungan asbes dalam bedak bayi dikhawatirkan menjadi berbahaya. Hal ini karena kandungan mineral karsinogenik yang memicu penyakit kanker paru-paru, laring, dan ovarium.

Namun temuan American Cancer Society (ACS) mengungkap fakta bahwa mineral tersebut justru muncul bukan karena terkontaminasi, melainkan muncul secara alami dalam bentul talc murni. Talc tersebut merupakan bahan dasar bedak Johnson & Johnson yang digunakan dari masa ke masa. (sig)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.