Ilustrasi burger dan kertas bungkusnya (ist)
Ilustrasi burger dan kertas bungkusnya (ist)

MALANGTODAY.NET – Zaman sekarang, junk food mudah kita temukan dimana-mana. Bahkan saking menjamurnya, kita mengonsumsi junk food hampir setiap hari.

Namun sadarkah kita akan bahaya yang dibawa junk food selain dari komposisi makanannya itu sendiri? Ya, bahaya lain yang dibawa junk food terletak di kertas pembungkusnya.

Baca Juga  Jika Ketahui Fakta Ini, Kamu Tidak Perlu Malu Lagi Datang Terlambat

Berdasarkan salah satu penelitian yang dimuat di jurnal Environmental Science & Technology Letters, kertas pembungkus junk food mengandung bahan kimia sintetik bernama per- and polyfluoroalkyls (PFASs).

PFASs disinyalir dapat menyebabkan munculnya penyakit kanker tertentu, masalah perkembangan dan reproduksi, dan mengganggu sistem kekebalan tubuh.

Dalam penelitian tersebut, peneliti mengumpulkan 400 sampel dari kertas dan karton produk dari 27 rantai makanan cepat saji di Amerika Serikat.

Dilansir dari Kompas.com (20/2/2017), hasilnya yaitu 46% dari kertas dan kotak makanan cepat saji, 20% dari sampel karton pembungkus, dan 16% dari wadah minuman non-kertas positif mengandung PFASs.

Sayangnya, hingga kini masih belum ada indikator pasti bagaimana cara mudah mengetahui kandungan PFASs. Apalagi dalam kemasan junk food ataupun fast food tidak disertakan bahan kandungan pembentuk bungkus makanan.

Baca Juga  Jangan Anggap Sama, Ini Loh Perbedaan Junk Food dan Fast Food!

Salah satu cara yang bisa dilakukan untuk meminimalisir bahaya dari kandungan PFASs ini yaitu dengan sesegera mungkin menghabiskan makanan yang dibungkus kertas tersebut.

Jika tidak memungkinkan, kita dianjurkan untuk memindahkannya ke dalam wadah penyimpanan yang aman. Sebab, semakin lama makanan tersebut kontak dengan kertas pembungkus maka semakin besar pula peluang makanan tersebut terkontaminasi zat berbahaya.


Penulis: Almira Sifak
Editor: Almira Sifak

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.