Ikan asin (Istimewa)
Ikan asin (Istimewa)

MALANGTODAY.NET Seorang bocah bernama Cameron Jean-Pierre meninggal dunia hanya karena tanpa sengaja menghirup aroma ikan asin di rumah neneknya di Kota New York. Bukan tanpa alasan, anak lelaki berusia 11 tahun tersebut ternyata menderita serangan asma yang parah.

“Saya hanya ingin apa pun yang terjadi pada keluarga saya tidak terjadi pada orang lain,” Jody Pottingr, ibu dari Cameron Jean-Pierre, melalui laman ABC News, Kamis (3/1/2019).

Pottingr mengatakan putranya menderita asma dan memiliki reaksi alergi yang parah terhadap ikan. Dia sekarang ingin orang tua lain dari anak-anak dengan alergi serupa menyadari bahwa menghirup aroma ikan dapat mematikan.

“Cameron penuh kehidupan. Dia anak yang luar biasa,” kata Pottingr tentang kasus anak semata wayangnya itu.

Sebelumnya, polisi dan pemeriksa medis Kota New York melakukan investigasi ke rumah neneknya di 82nd Street di Canarsie, Brooklyn, Selasa (2/1/2019) sekitar pukul 19:30 waktu setempat.

Dari keterangan, polisi membenarkan bahwa Cameron menghirup hidangan ikan tradisional Karibia yang dimasak oleh nenek dan bibinya. Setelah menderita serangan asma, bocah itu dilarikan ke Brookdale Hospital Medical Center di Brooklyn, tempat dia dinyatakan meninggal, kata polisi.

Seorang juru bicara pemeriksa medis kota setempat juga mengatakan kepada ABC News telah melakukan penyelidikan untuk menentukan penyebab resmi kematian Cameron.

Pottingr mengatakan setelah ibunya di Brooklyn, putranya pergi bersama ayahnya, Steven Jean-Pierre. Cameron pergi ke rumah neneknya tepat pada hari tahun baru.

“Kurasa mereka lupa sesuatu di rumah dan kembali dan dia pergi ke rumah dan kemudian dia menghirup ikan,” kata Pottingr.

“Ketika dia menghirup ikan, kurasa itu memicu serangan asma dan dia tidak bisa bernapas.”

“Saya sangat terpukul dengan situasi saat ini, itu terjadi begitu tiba-tiba,” kata sang ayah kepada stasiun televisi setempat ABC WABC-TV.

“Kata-kata terakhir putra saya adalah ‘Ayah aku mencintaimu, ayah aku mencintaimu,'” tambahnya.

Peneliti dari American College of Allergy, Asthma & Immunology kemudian memperingatkan orang-orang yang alergi terhadap ikan, “Menjauhi daerah-daerah di mana ikan sedang dimasak, karena protein mungkin dilepaskan ke udara selama memasak.”

Pottingr mengatakan putranya pertama kali didiagnosis alergi ikan ketika dia masih di taman kanak-kanak dan muntah setelah mengonsumsi ikan untuk makan siang.


Penulis: Ilham Musyafa
Editor: Ilham Musyafa

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.