Ngeri-ngeri Sedap, Ini 5 Alasan Orang Nekat Bunuh Diri!
Vokalis Linkin Park, Chester Bennington, mengakhiri hidupnya dengan bunuh diri akhir tahun lalu @ArtStation

MALANGTODAY.NET – Bagi sebagian kecil orang, bunuh diri menjadi salah satu solusi untuk mengakhiri hidup lebih cepat. Banyaknya tekanan yang diperoleh semasa hidupnya seolah membutakan mereka dan menganggap kematian adalah satu-satunya jalan keluar dari berbagai masalah.

Meski telah menjadi fenomena yang jamak terjadi, namun bunuh diri dilatarbelakangi oleh motif-motif tertentu. Mengerikan memang, namun mereka beranggapan bahwa menghadapi masalah yang tak kunjung reda dalam hidup tak ada bedanya dengan memilih mati. Lalu apa saja alasan seseorang memilih bunuh diri? Dilansir dari Greatlist, ini ulasannya.

Depresi
Depresi
Artis Hollywood Britney Spears saat memutuskan mencukur habis rambutnya karena depresi @Famous Bald People

Depresi merupakan salah kondisi mental sakit yang sulit dikenali gejalanya. Biasanya, orang depresi cenderung menjadi pribadi yang tertutup. Hal ini yang membuat orang-orang di sekitarnya terkadang tak menyadari keinginannya untuk bunuh diri karena tidak mengetahui secara pasti tentang kondisi dirinya.

Impulsif
Impulsif
Ceroboh jadi faktor penyebab seseorang mengakhiri hidupnya @Doraemon Wiki

Orang dengan kebiasaan impulsif kebanyakan menjadi sosok yang ceroboh dan nekat. Terdengar sedikit bagus memang, namun ketika kegagalan menyertainya, ia bisa saja melakukan sesuatu yang di luar nalar. Bunuh diri satunya. Mengapa? Karena kebiasaan nekatnya itu yang tak pernah membuatnya berpikir panjang sebelum bertindak dan mempertimbangkan akibatnya.

Problem Sosial
Problem Sosial
Ilustrasi bullying @YouTube

Permasalahan di lingkup sosial kerap menjadi salah satu penyebab seseorang bunuh diri. Masalah keluarga, lingkup pertemanan, dan perundungan yang diterima bisa membuat orang yang awalnya tidak berniat mengakhiri hidupnya bisa saja ia memutuskan untuk bunuh diri. So, hati-hati guys!

Filosofis
Filosofis
Socrates, salah satu filsuf ternama Yunani @Wacana Nusantara

Filosofi masing-masing orang dalam memandang makna kematian cenderung bermacam-macam. Namun dalam beberapa kasus bunuh diri bukan karena keinginan untuk mengakhiri hidup, melainkan untuk mengakhiri rasa sakit yang dideritanya. Daripada berlama-lama bergelut dengan penyakit yang tak bisa disembuhkan, maka alangkah baiknya untuk mengakhiri rasa sakit sekaligus diri sendiri.

Sakit Mental
Sakit Mental
Ilustrasi penderita sakit mental @GeekTyrant

Riset yang dilakukan oleh Study Psychological Autopsy menemukan fakta bahwa sebanyak 90 persen orang yang mengakhiri hidupnya sendiri karena ditemukan memiliki satu atau lebih dari jenis-jenis sakit mental. Beberapa contohnya seperti sosiopat hingga narsistik akut.


Penulis: Radea Hafidh
Editor: Radea Hafidh

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.