Unggul Abinowo@MalangTODAY.net

MALANGTODAY.NET – Nama Unggul Abinowo telah menjadi kenangan bagi orang-orang tercinta. Tepat pada Kamis, 11 April 2019 beliau dipanggil oleh Tuhan untuk selama-lamanya. Meski demikian, semangat dan perjuangannya masih terus berkobar bak api abadi.

Ir. Unggul Abinowo, MS, MBA lahir di Semarang, 6 Mei 1960 (59) dari pasangan Prof. Dr. Ir. Moeljadi Banoewidjojo dan Soemarni Kartamihardja. Unggul kecil memang terlahir dari keluarga akadmisi. Sang Ayah, Moeljadi, merupakan mantan rektor Universitas Brawijaya (UB) periode 1968-1971. Sebagai anak seorang akademisi, justru sang Ayah-lah yang mendorong dirinya untuk menjadi seorang pengusaha sukses.

Keluarga kecil Unggul Abinowow bersama istri dan dua putranya@MalangTODAY

Tahun 1993 menjadi tonggak kehidupan Unggul. Bersama sang istri, Dra.psi Anggraini Rachmawati Sri Dewi, Unggul meneguhkan hatinya untuk mengarungi bahtera rumah tangga. Buah keharmonisan rumah tangganya itu, Unggul dan Anggraeni dikaruniai dua orang anak, yakni Abinanto Dewabrata dan Mohamad Farel Abinowo.

Alumnus Fakultas Pertanian UB ini tidak ingin mendulang pamor dari sang Ayahnya. Ia justru memilih jalan sendiri dengan menjadi pengusaha. Jalan ini menyakinkan dirinya tatkala Sang Ayah memberikan ‘jurus jitu’ berupa wejangan-wejangan.

Dalam percakapan yang syahdu antara bapak dan anak, Sang Ayah selalu memberikan motivasi yang membangun. Pesan Sang Ayah sangatlah singkat, tetapi sangat dalam bagi Unggul.

“Nak, jika kamu ingin menjadi dosen dengan karier seperti ini (menjadi rektor), silakan. Namun, jika kamu ingin lebih, lakukanlah usahamu sendiri,” ucap Unggul saat menirukan sang Ayah.

Unggul kecil mulai berpikir keras. Motivasi itulah yang kemudian menguatkan dirinya menjadi pengusaha sukses.

Kegigihan Unggul Kecil

Gus Irsyad Yusuf bersama Unggul Abinowo@MalangTODAY.net

Sejak SMA, Unggul kerap kali diajak Sang Ayah pergi ke sawah. Sebagai anak dari profesor pertanian, kegiatan bercocok tanam sangat lekat dengan dirinya. Berkat didikan ke sawah inilah membuatnya mulai membuka usaha pertama di bidang pertanian.

Bermodal uang saku, Unggul membuka usaha pertanian dengan menyewa lahan dan ditanami padi. Pada saat itu, hasil yang didapat cukup sukses dan semakin berkembang tatkala dirinya mengambil studi pertanian di UB. Bukan malah merosot, lahan yang dimiliki Unggul justru bertambah menjadi sekitar 15 hektare. Banyak komoditi yang dihasilkan dari lahannya itu, mulai dari tanaman pangan hingga perkebunan.

Lulus kuliah, Unggul memutar otak dengan menabung dan membeli lahan di daerah Purwodadi, Kabupaten Pasuruan. Tanah tersebut ditanami bawang merah dan semangka. Dua komoditi ini, Unggul berhasil meraup keuntungan dan mengembangkan lahannya menjadi 5 hektare.

Tidak hanya bertani, Unggul juga membuat pupuk pelengkap yang diberi nama Abitonik. Usaha ini pun sukses.

Berkat kegigihannya tersebut, Unggul dikirim ke Australia oleh Dinas Pertanian Jawa Timur  untuk melakukan studi banding pertanian (1991). Sepulang dari sana, Unggul berhasil membuat satu formula perawatan tanaman. Formula ini dikenal dengan merk Constan 2000.

Berdirinya Repoeblik Telo

Repoeblik Telo@MalangTODAY.net

Pascanikah, menjadi titik tolak Unggul dalam dunia bisnis. Sebagai pengusaha, tentu jatuh bangun juga pernah ia rasakan. Namun, ia tidak mau menyerah begitu saja. Berbekal uang hasil pernikahan, Unggul membangun usaha telo, yang kini punya negara sendiri bernama Repoeblik Telo.

Tanaman pala pendem yang tak banyak dilirik orang ini disulap menjadi makanan istimewa dan banyak diburu orang. Saat itu, telo memang menjadi komoditi yang biasa, tidak hanya dari sisi ketertarikan, tapi juga pemasaran yang dianggap sulit. Di tangan Unggul, telo menjadi barang ajaib yang bisa menghasilkan puluhan bahan makanan olahan yang lezat dan nikmat.

Sebelum menjadi Repoeblik Telo seperti sekarang, ‘negara’ ini lahir dari sebuah gerobak telo sederhana. Saat itu, dirinya hanya menjual 20 biji bakpao telo dengan harga Rp 500. Tak hayal, dari sebuah gerobak telo sederhana, kini usahanya mampu meraup untung ratusan juta rupiah.

Produk di Repoeblik Telo@MalangTODAY.net

Tidak hanya bakpao telo saja yang dihasilkan pria ramah ini. Puluhan hasil olahan telo sudah ia ciptakan, antara lain bakpia, brownis, mie telo, jus telo, sampai nugget telo, es krim, dan pizza telo. Kini Repoeblik Telo telah menghabiskan 7 ton sampai 20 ton bahan baku per hari dan saat momen-momen tertentu.

Kesuksesannya ini kemudan menjadikan dirinya didapuk sebagai presiden Repoeblik Telo. Kini, Unggul Abinowo telah berpulang. Namun, kenangan dan perjuangannya tak lekang oleh waktu. (Bas/end)

Loading...

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.