Taman Nasional Komodo Tidak Untuk Wanita Menstruasi? Ini Penjelasannya!
Ilustrasi seorang wanita yang berkunjung ke Taman Nasional Komodo @MalangTODAY.net/Istimewa
MALANGTODAY.NET – Taman Nasional Komodo tengah merayakan hari jadinya yang ke-37 pada hari ini, Senin (6/3/2017). Mesin pencari Google pun tidak ingin ketinggalan merayakan hari jadi Taman Nasional Komodo, dengan memajang gambar Komodo sebagai Doodle Art.

Taman Nasional yang terletak di perbatasan Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) dan Nusa Tenggara Barat (NTB) tersebut, adalah rumah bagi oleh spesies endemik bernama latin Varanus komodoensis atau Komodo.

Taman Nasional Pulau Komodo terbuka untuk siapa saja kecuali, para wanita yang sedang datang bulan atau menstruasi. Apakah memang benar ada aturan seperti itu di sana?

Terkait dengan larangan wanita menstruasi berkunjung ke Taman Nasional Komodo, Yanto yang kala itu bekerja sebagai Ranger Pulau Komodo, mengatakan bahwa,

“Wah, kalau untuk yang itu (menstruasi-red) sebenarnya enggak apa-apa, itu hanya mitos saja. Asal mereka selalu dekat ranger pasti aman,” seperti dikutip dari okezone.com

Meskipun berada di dekat ranger dapat menjamin keselamatan wanita yang sedang menstruasi, akan tetapi, sebaiknya wanita tersebut tetap harus waspada serta menjaga diri.

Ada pula yang menyarankan wanita yang sedang menstruasi diminta untuk mengantungi sedikit kopi di sakunya, ketika berkunjung ke Taman Nasional Pulau Komodo. Hal tersebut agar bau darah tidak terlalu tercium oleh Komodo.

Lantas, kenapa demikian?

Varanus komodoensis (Komodo) @MalangTODAY.net/Istimewa

Seperti dirangkum dari Pikiran Rakyat, Komodo merupakan spesies yang memiliki daya penciuman tajam. Daya penciuman Komodo jauh lebih sensitif jika dibandingnkan dengan pendengaran dan penglihatannya. Retina mata Komodo memiliki bentuk kerucut, kemungkinan mereka dapat membedakan warna, akan tetapi, penglihatannya menjadi buruk ketika intensitas cahaya berkurang.

Merujuk pada hasil penelitian yang ada, Komodo dapat melihat mangsa yang berjarak sekitar 300 meter. Akan tetapi, Komodo tidak dapat mendengar suara rendah atau jeritan bernada tinggi. Pendengarannya ternyata lebih buruk dari pendengaran manusia.

‪Kendati demikian, penciumannya sangatlah tajam. Komodo mengandalkan lidah kuningnya yang bercabang untuk mengetahui udara di sekitarnya. Komodo bisa menganalisis bau mangsa dengan mengenali molekul udara.‬

Berikan tanggapan Anda

Komentar Anda

Balas

Please enter your comment!
Please enter your name here