Ilustrasi makan Mayat/Instagram/baebl.fgnrs

MALANGTODAY.NET – Dalam seni modern yang terus berkembang ini, nampaknya para seniman tak ingin ketinggalan zaman. Mereka berburu menemukan ide kreatif untuk menarik perhatian.

Namun apa yang terjadi jika anggota tubuh manusia dijadikan media seni? Belakangan ini media sosial dihebohkan dengan seni  ‘Makan mayit’.

Makan Mayit sendiri adalah event ‘dinner’ yang idenya datang dari seorang seniman bernama Natasha Gabriella Tontey bekerja sama dengan Footurama. Dimana tamu yang diundang untuk datang  dihidangkan makanan yang tersaji didalam boneka bayi.

Selain itu pula banyak tersaji makanan di dalam wadah dan dibentuk sangat ngeri. Seni makan mayit itu pun menjadi perbincangan warga dunia maya, banyak dari mereka yang mengencam event dinner tersebut.

Akun gosip Instagran @Lambe_Turah yang memiliki 1,9 miliar pengikut itu pun turut mengencam Makan Mayit. “#Makanmayit bikin geram banyak orang khususnya mereka yang punya anak atau justru sulit memiliki anak, karena isu ini SANGAT SENSITIF dan GA ETIS. Kebayang gaaa kalo yang liat ibu yang habis mengalami (maaf) keguguran atau ibu yang mencoba punya anak bertahun2 tapi belum dikasih2? Pantes ga sih hal kayak gini jadi konsumsi publik??,” tulisnya.

“Sekali lg berkarya itu ga salah. Tapi, berkarya yg sewajarnya. Mungkin yg dimaksud otak bayi, darah segar dll itu memang makanan hanya saja bentuknya yg anti mainstream. Tp kalo soal ‘asi asli yg dijadiin cream cheese’ itu keterlaluan sih. Asi itu mahal, banyak bayi yg bener2 butuh asi,” saut febysm.

Ilustrasi Makan Mayat/Instagram/Footurama.

Akun Instagram milik Footurama nampaknya turut diserbu netizen yang geram. “Mengatasnamakan seni untuk sesuatu yang sangat TIDAK ETIS!!! bagaimana mungkin bayi yang merupakan makhluk suci dan harusnya dilindung di eksperikan seperti ini, seolah mengajarkan kita bagaimana “kanibalisme” itu dipertontonkan dan halal! kamu yang mengatakan dirimu seniman dan menyalahartikan kebebasan seni dengan melanggar norma, etika dan empatisme. seni seharusnya bisa diekpresikan untuk sesuatu dan cara yang baik dan bisa menginspirasi orang lain melakukan hal yang baik!.

Mungkin ini memang seni dan banyak orang menggap saya hiperbola tapi apakah tidak dipikirkan bagaimana perasaan seorang wanita yang sedang menanti anak dan belum kunjung di berikan Allah atau maaf seorang wanita yang baru saja keguguran.  Atau bagaimana jika yang melihat ini adalah anak-anak yg mereka fikir “kanibalisme” boleh dilakukan atau orang2 yang tidak bertanggung jawab mencontoh hal ini.

Saya sendiri adalah seorang ibu yang tau bagaimana rasanya merawat, dan memperjuangkan ASI eksclusive untuk anak saya. dan saya benar-benar tidak habis pikir ada orang di luar sana yg sepertinya sangat tidak menghargai dan melecahkan anugerah Allah seperti ini ??. Semoga seniman ini dan teman-temannya mendapat hidayah dari Allah SWT.” Tutur steffinich

Berikan tanggapan Anda

Komentar Anda

Balas

Please enter your comment!
Please enter your name here