Sandiaga Uno saat diwawancar reporter (ist)
Sandiaga Uno saat diwawancar reporter (ist)

MALANGTODAY.NET Sejak menjadi Wakil Gubernur DKI Jakarta, Sandiaga Uno sering kali melontarkan ucapan-ucapan yang dianggap unik atau kontroversial. Calon Presiden nomor urut 02, Prabowo Subianto bersama para jajaran tim pendukung memilih Sandiaga Uno sebagai wakilnya. Seperti tidak kehilangan ciri khasnya, Sandiaga Uno masih tetap konsisten dengan sensasi-sensasi dari perkataannya.

Dalam setiap kunjungannya, Sandiaga kerap membuat pernyataan untuk menunjukkan kalau dirinya fokus pada perekonomian, emak-emak, dan millennials. Beberapa kali pernyataan yang dikeluarkan Sandiaga memicu perdebatan baik di media sosial, media massa, maupun dunia nyata.

Berikut tiga pernyataan paling kontroversial pasangan Prabowo Subianto tersebut yang dirangkum melalui laman IDN Times:

BACA JUGA: Disanksi Seumur Hidup, Pentolan Bonek ‘Sentil’ Yuli Sumpil Begini

1. Tempe setipis kartu ATM

Kontroversi yang pertama terjadi saat konferensi pers di kediaman Prabowo. Sandiaga mengungkapkan bahwa dampak pelemahan rupiah saat ini sudah berpengaruh khususnya pada pengusaha.

“Tempe sudah dikecilkan dan tipisnya sama kayak kartu ATM,” ujarnya di Kertanegara, Jumat (7/9/18).

Pernyataannya itu memicu sindiran dari banyak pihak mulai dari netizen hingga lawan-lawan politiknya. Menanggapi viralnya hal tersebut, Sandiaga pun minta masyarakat tidak terlalu mendramatisir dan mendiskreditkan pernyataannya itu.

2. Belanja Rp100 ribu cuma dapat bawang dan cabai

Dua hari sebelum mengeluarkan pernyataan soal tepe setipis kartu ATM, Sandiaga telah mengeluarkan pernyataan kontroversial. Ketika berada di kawasan Bulungan, Jakarta Selatan, Sandiaga mengaku menerima keluh-kesah seorang ibu bernama Lia.

Ibu itu mengaku sering ribut dengan suami karena uang belanjanya hanya cukup membeli bawang dan cabai. Dirinya meyakini kalau pemicunya adalah pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika Serikat.

BACA JUGA: 5 Kisah Horor Legendaris Kampus ITB Bandung, Bayanginnya Aja Ogah!

3. Nasi ayam di Jakarta lebih mahal ketimbang Singapura

Pernyataan kontroversial terbaru yang diungkapkan Sandiaga terjadi pada, Senin (8/10/2018). Dalam kegiatan bertemu para millennials di Tebet, Jakarta Selatan, Sandiaga mengungkapkan bahwa harga pangan di Indonesia cenderung lebih mahal. Dia menyontohkan harga sepiring nasi ayam di Singapura yang lebih murah ketimbang di Indonesia.

“Kalau misalnya di Singapura sepiring nasi ayam itu Rp35 Ribu, di sini mungkin bisa Rp50 ribu,” jelasnya.

Lelaki berusia 49 ini mengaku tak asal bicara karena data tersebut merupakan hasil menyadur dari berbagai data yang dihimpun tim ekonomi pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga.


Penulis: Ilham Musyafa
Editor: Ilham Musyafa

Loading...