Mengenang gempa bumi dahsyat Haiti @ MalangTODAY
Mengenang gempa bumi dahsyat Haiti @ MalangTODAY

MALANGTODAY.NET – Pada 12 Januari 2010 gempa bumi berkekuatan 7 skala richter mengguncang Haiti. Gempa tersebut meluluh-lantakan negara di wilayah Karibia ini. Tercatat, setidaknya 200 ribu orang meninggal dunia akibat bencana ini.

Gempa bumi ini merupakan bencana terparah yang pernah ditangani oleh Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB). Pasalnya, akibat bencana ini Haiti mengalami kerusakan infrastruktur yang sangat parah, bahkan konon lebih parah dari tsunami Aceh tahun 2004 silam.

Di berbagai negara terdapat mitos mengenai gempa bumi. Mitos tersebut dipercayai masyarakat sebagai penyebab punculnya gempa bumi. Mengutip dari Merdeka.com, pada Sabtu (12/1/2019), berikut ini beberapa mitos tentang gempa bumi yang ada di berbagai negara.

Jepang

Di Jepang, orang-orang percaya gempa bumi muncul akibat gerakan kuat dari seekor lele raksasa yang disegel oleh dewa perang. Lele Raksasa ini diberi nama Namazu. Lele ini konon disegel di lapisan lumpur, di bawah permukaan tanah. Gempa dahsyat terjadi ketika Namazu membrontak.

Selandia Baru

Suku asli yang mendiami Selandia Baru, Suku Maori, percaya bahwa Bumi sebenarnya ada Papatuanuku. Mereka percaya bahwa Paptuanuku mengandung dewa bernama Ru. Saat bayi dalam kandungan Papatuanuku bergerak seperti menendang, maka gempa bumi akan terjadi.

Rusia

Sebuah legenda di Rusia menceritakan bahwa Bumi sebenarnya terbaring di atas Dewa Anjing bernama Tuli. Dewa ini memiliki wujud yang sama persis dengan anjing pada umumnya. Jadi ketika sang dewa merasa gatal dan menggaruk tubuhnya menggunakan kuku di jari kakinya, maka getaran yang dihasilkan akan menyebabkan gempa.

Rumania

Warga Rumania percaya bahwa bumi ditopang oleh beberapa pilar yang terbuat dari harapan, kepercayaan dan amal manusia. Menurut kepercayaan mereka gempa bumi terjadi karena amalan baik manusia berkurang dan dosa semakin banyak. Karena dengan begitu pilar-pilar tersebut akan rapuh, retak atau bahkan patah.

Mozambik

Di Mozambik, Bumi dianggap sama dengan manusia. Mereka percaya, seperti makhluk hidup lainnya, Bumi juga bisa lelah dan sakit. Jadi ketika ia meriang dan gemetar, gempa bumi pun akan mengguncang manusia. (KIS)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.