Komentar Netizen Soal Transportasi Online VS Konvensional Bikin Ngakak
Ilustrasi @MalangTODAY/Istimewa

MALANGTODAY.NET – Tanggapan Netizen tentang polemik transportasi online Kota Malang terus bergulir, dan sebagian bikin ngakak. Cara mengingatkan agar tidak saling berebut penumpang pun dilakukan dengan banyak cara yang unik.

Akun milik Faisal Retnadi misalnya, yang mencoba mengaitkan perubahan cara berkirim surat menggunakan kantor pos dan media elektronik. Tulisan itu seakan menunjukkan, bahwa ada perubahan yang dialami masyarakat seiring berkembang teknologi. Termasuk juga polemik transportasi online yang masih santer diperdengarkan.


“Berita Terbaru!!!! Seluruh pegawai kantor pos akan mengadakan demo, karena masyarakat sudah jarang yang menggunakan jasa pos. Hati2!!! Yang berkirim surat/pesan lewat SMS/Email dll.. Akan di sweeping oleh pegawai kantor pos,” tulis Faisal Retnadi pada Jumat (24/2/16).

Komentar Netizen Soal Transportasi Online VS Konvensional Bikin Ngakak
Capture Ocehan Netizen

Tulisan yang diposting di grup Komunitas Peduli Malang (ASLI Malang) itu telah mendapat tanda like tak kurang dari 76 suka, dan 27 komentar. Padahal baru sekitar dua jam diposting oleh pemilik akun.

Beragam komentar yang membanjiri pun tak kalah menggelitiknya. Sebagian besar di antara Netizen memposting respon suka dengan emotikon tertawa. Berikut beberapa tanggapan netizen atas tulisan yang diposting Faisal Retnadi.

“Aq kalau kirim surat tak ‘pdf’ kan lewat WhatsApp.. Kirim surat dari Surabaya ke Jakarya cukup 30 detik.. Maaf ya pak pos.. Nanti tak uninstall deh WhatsAppku.. Biarin aku kesusahan, menderita dan tertindas, asal engkau bahagia..,” tulis akun Arief sembari memberi emot berfikir.

Selain itu, akun Ulul Kaaf juga tak mau ketinggalan dengan menulis, “hahaha wahh termasuk aku seng didemo iki, padahal kawet th ’87an aku wes surt2an ambek sahabay pena, sampe pernah gendakan ambek sahabat pena tiap 3haran mesti kirim suray kilat khusus hahahaha (hahaa, wah termasuk aku dong yanh di demo jni, padahal sejak tahun ’87an aku sudah berkirim surat dengan sahabat pena, sampai pernah juga pacaran dengan sahabat oena, tiap 3 hari selalu kirim surat kilat khusus, hahaha: red),” celotehnya.

Namun meski begitu, ada pula tanggapan lain dari netizen yang menyayangkan beberapa postingan yang beredar. Sebab dia merasa, pengguna media sosial lebih cenderung memojokkan para sopir angkutan transportasi konvensional.

“Angkot gojek angkot gojek. Postingan roto-roto nyudutno angkot. Jasae akeh lur angkot iku. Arek sekolah, bakul mlijo, arek Paud Wisata, dll. Sori lur aku gak belo angkot, aku gudu sopire pisan. Tapi aku SMP-SMA numpak angkot. Samean kabeh konsumen, menang milih. Karek milih angkot ta gojek. Ojok sampe koar-koar nyalahno angkot, nang pasar nyegat angkot. Hehehe.. Suwun-suwun. Peace (angkot gojek angkot gojek. Postingan rata-rata menyudutkan angkot. Jasa angkot itu banyak teman. Anak sekolah, orang jualan sayur, anak Paud yang wisata, dll. Maaf teman, aku bukannya membela sopur angkot, aku juga bukan supirnya. Tapi sejak SMP sampai SMA aku pengguna jasa angkot. Kalian semua konsumen, dapat memilih. Tinggal pilih angot atau gojek. Jangan sampai menyudutkan angkot, ke pasar juga nunggu angkot. Hehehe, terima kasih. Peace: red),” tulis akun Bimbim Toet dan mendapat lebih dari 100 respon pengguna FB.

Komentar Netizen Soal Transportasi Online VS Konvensional Bikin Ngakak
Capture Ocehan Netizen di FB

Berikan tanggapan Anda

Komentar Anda

Balas

Please enter your comment!
Please enter your name here