Kenal Lebih Dekat Astrofisikawan Chandrasekar di Google Doodle
Astrofisikawan Chandrasekar di Google Doodle (ist)

MALANGTODAY.NET– Google doodle hari ini (19/10) menjadi pengingat kita akan kehidupan alam semesta. Ya, alam semesta. Utamanya adalah kehidupan bintang dari lahir hingga akhir hidupnya. Akhir dari perjalanan hidup sebuah bintang ini diungkapkan oleh seorang astrofisikawan India-Amerika Serikat, Subrahmanyan Chandrasekhar.

Tepat hari ini, Chandrasekhar berulang tahun ke-107. Putra pertama dari Chandrasekhar Subrahmanyan Ayyar dan Sita ini lahir di Lahore, India pada 19 Oktober 1910 dan meninggal di Amerika Serikat, 21 Agustus 1995. Garis keturunan keluarga Chandrasekhar menaruh perhatian lebih pada pendidikan.

Bagaimana tidak, ayahnya bekerja sebagai wakil auditor jenderal di kereta api Northwestern. Ibunya merupakan seorang ibu rumah tangga. Namun, ibunya berkarya dengan menerjemahkan buku ‘A Doll House’ karangan Henrik Ibsen ke dalam bahasa Tamil. Sedangkan pamannya, Chandrasekhara Raman adalah seorang fisikawan peraih Nobel Fisika 1930.

Semasa hidupnya, Chandrasekhar mendedikasikan dirinya sebagai peneliti. Sang ayahlah yang mengarahkan dirinya menjadi ilmuwan sejak dini. Bahasa Inggris dan Aritmatika diajarkan secara mandiri. Bahkan arahan memilih jurusan Fisika semasa kuliah juga merupakan anjuran ayahnya.

Suami dari Lalitha Doraiswamy ini, memulai pendidikan dengan belajar sendiri di rumah bersama orang tuanya hingga usia 12 tahun. Kemudian ia melanjutkan ke Hindu High School, Triplicane pada 1922-1925. Gelar sarjana B.Sc. (Hon.) pada Juni 1930 ia dapat dari Presidency College. Tak puas, peraih Nobel Fisika 1983 ini melanjutkan pendidikannya ke jenjang lebih tinggi di Cambridge University, dibawah bimbingan R.H. Fowler. Pada akhirnya ia mendapat gelar Ph.D. dari Universitas tersebut pada tahun 1933.

Dikutip dari Independent, dalam perjalanan pendidikan, kemampuan akademik Chandrasekar tak diragukan lagi. Ia banyak mengeluarkan publikasi dan penelitian ilmiah sebelum usia 34 tahun.

Hingga pada 1930 namanya dikenal khalayak luas berkat teori limit Chandrasekar. Limit Chandrasekar merupakan massa maksimum sebuah bintang katai putih supaya tidak meledak menjadi supernova. Nilai dari limit Chandrasekar ini yaitu 1,44 massa matahari.

Dikutip dari Astronom Universe, kalau sebuah bintang massanya mencapai limit Chandrasekhar, tekanan di pusat bintang akan mencapai batas ambang. Dimana pembakaran inti karbon dan oksigen dalam bintang sudah tidak terkontrol. Sehingga terjadilah ledakan atau supernova.

Teori inilah yang menjadi alasan mengapa google doodle hari ini, menampilkan animasi bergambar timbangan. Satu sisi timbangan bertuliskan 1.44 massa matahari dan satu sisi lainnya diisi dua bintang secara bergantian dengan massa berbeda.

Bintang pertama meskipun berukuran besar tapi massanya lebih ringan daripada limit Chandrasekhar. Sedangkan bintang kedua ukurannya kecil tapi ia lebih mampat dan massanya lebih berat daripada limit Chandrasekhar. Akhirnya bintang terakhir itulah yang meledak menjadi supernova.

Darisitu, berkat teori dari Chandrasekhar kita semua tahu akan menjadi seperti apa akhir sebuah bintang itu. Terima kasih dan selamat ulang tahun ke-107, Chandrasekhar!

Kontributor : Almira Sifak Fauziah Narariya

Berikan tanggapan Anda

Komentar Anda

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here