Jika Merlion di Singapura, Kenapa Tak Ada Patung Kuntilanak di Pontianak?
Ilustrasi Patung Kuntilanak @malangtoday/istimewa

MALANGTODAY.NET– Singapura memiliki Patung Merlion sebagai ikon wisata. Lantas, kenapa Pontianak tidak memiliki patung kuntilanak sebagai personifikasi kota?

Dilansir dari The Jakarta Post, Sabtu (11/2), Pontianak harusnya memiliki personifikasi kota tersendiri dengan membangun patung kuntilanak. Bagaimana bisa kuntilanak? Mitos hantu perempuan berambut panjang, dengan mengenakan baju tidur putih, yang datang untuk membalaskan dendam atas hilangnya anaknya, serta hidupnya yang sebatang kara setelah melahirkan, memang menjadi sebuah hal yang akrab di telinga masyarakat Pontianak.

Saking termasyurnya, Kepala Pemuda Kalimantan Barat, Pariwisata dan Olahraga, Kartius, baru-baru ini mengatakan kalau patung kuntilanak itu akan baik untuk pariwisata.

“Orang-orang mengatakan saya pagan, orang udik (hanya karena pandangan saya). Mereka yang mengatai saya udik justru mereka sendirilah yang udik, karena mereka tidak pernah pergi ke luar negeri,” kata Kartius.

Kartius menambahkan, Patung Merlion dapat menarik wisatawan dan pengunjung ke negara tersebut. Sekalipun sudah datang ke Singapura, belum bisa dibilang pergi ke Singapura kalau tidak foto di patung Merlion.

Kata ‘Singa’ dalam Singapura, melambangkan binatang singa yang telah menjadi ikon. Sementara dalam kata ‘Pontianak’ sendiri diambil bahasa Melayu yang artinya kuntilanak, hantu perempuan menakutkan, menyerupai Sadako Yamamura dari film horor The Ring.

“Saya belum pernah melihat kuntilanak, jika Anda tidak tahu bagaimana membuat patung, melihat wajahku. Tidak apa-apa, Anda dapat menghubungi saya. Saya baik-baik saja,” canda Kartius ketika ditanya tentang ide pembuatan patung kuntilanaknya.

Kartius memiliki ide membuat patung kuntilanak dengan tinggi 100 meter, yang menjulang di pertemuan antara Sungai Kapuas dan Sungai Landak.

Kartius sendiri mengaku tidak tahu, apakah bisa melihat rencananya itu berhasil menarik minat wisatawan. Karena tahun depan dirinya akan pensiun.

Namun pihaknya telah berbicara dengan pejabat di Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), bahwa pemerintah pusat akan membantu lewat alokasi dana khusus untuk merealisasikan ide ‘konyolnya’ tersebut.

“Sektor swasta juga telah menawarkan untuk menemukan investor,” katanya dikutip dari sumber yang sama.

Berikan tanggapan Anda

Komentar Anda

Balas

Please enter your comment!
Please enter your name here