Ismail Marzuki @Kebudayaan Indonesia
Ismail Marzuki @Kebudayaan Indonesia

MALANGTODAY.NET – Memancing munculnya kreativitas bukanlah hal mudah. Terkadang, orang membutuhkan stimulus untuk lancar mengerjakan sesuatu. Seperti halnya pahlawan sekaligus seniman senior Ismail Marzuki. Ia memiliki gayanya sendiri untuk bisa menikmati kegiatannya membuat lagu.

Dilansir dari CNN Indonesia (26/5/2018), pria kelahiran Batavia, 11 Mei 1914 ini seringkali membuat lagu dengan ditemani kopi dan rokok. Waktu  favoritnya untuk menyusun nada dan lirik yaitu malam hari. Berteman dengan kopi dan rokok, ia menghabiskan waktu hingga pagi untuk menyelesaikannya.

Lagu-lagu yang tercipta dari pemikiran dan goresan tangannya pun tak sembarangan. Banyak seniman yang menilai bahwa karya-karyanya memiliki kekuatan magis. Bukan sihir, tetapi karyanya memiliki kekuatan berbeda dari maknanya.

Beberapa lagu ciptaan pria yang akrab disapa Bang Maing ini bahkan masih terus dilantunkan hingga kini. Terutama lagu-lagu bernuansa perjuangan.  Beberapa diantaranya yaitu Indonesia Pusaka, Gugur Bunga, Halo-halo Bandung, dan Rayuan Pulau Kelapa.

Namun sayang, komponis besar kebanggan Indonesia ini telah dipanggil terlebih dulu menghadap Yang Maha Kuasa. Pria yang namanya diabadikan sebagai pusat seni di Jakarta, Taman Ismail Marzuki ini meninggal pada 25 Mei 1958 di Jakarta akibat menderita paru-paru basah.

Sepeninggal Ismail Marzuki, royalti dari karya-laryanya tak mulus mengalir. Dilansir dari Detik.com (15/5/2010), keluarga tak lagi menerima royalti sejak 2008. Royalti distop dengan alasan Ismail telah meninggal lebih dari 50 tahun silam.

Sebagaimana diketahui, Undang-undang Hak Cipta menyebutkan hak cipta  berlaku selama hidup pencipta dan terus berlangsung hingga 50 tahun setelah pencipta meninggal dunia. Meski demikian, ahli waris Ismail Marzuki sering mendapat royalti atas kebijakan pengguna karya Ismail Marzuki. (AL)

­

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.