Curahan Hati Rio Ferdinand Pasca Jadi Duda
Rio Ferdinand dan Rebecca @MalangTODAY/Istimewa

MALANGTODAY.NET – Rio Ferdinand akhirnya mencurahkan isi hatinya terkait kesedihan dan ketidakberdayaan yang dialami sepeninggal istrinya, Rebecca. Rebecca meninggal dunia pada tahun 2015 akibat penyakit kanker.

Rio Ferdinand juga menceritakan berbagai macam kesulitan yang harus dihadapinya sebagai orang tua tunggal bagi ketiga anaknya, Lorenz (9) dan Tate (6), serta anak perempuannya Tia (4).

Mantan punggawa Manchester United itu pun berbagi cerita kepada Radio Times, sebelum siaran dokumenter BBC yang bertajuk ‘Rio Ferdinand: Menjadi Ibu dan Ayah’ ditayangakan.

Seperti dilansir dari The Guardian, Rio menceritakan bahwasanya menjadi orang tua tunggal tidak semudah bermain bola di lapangan. Dia harus beradaptasi dengan segala kondisi yang ada saat ini.

 
Seperti ketika dia harus mempersiapkan keperluan untuk berlibur bersama anak-anaknya, yang biasanya sudah disiapkan dengan rapi oleh Rebecca. Seperti ketika, bagaiamana dia harus pergi ke dokter, sementara yang dia tahu hanyalah dokter klub sepakbola, seperti tidak tahu lagi apa yang harus dilakukannya.

Pemain sepak bola tersebut mengakui bahwa dirinya merasa tidak berdaya ketika berhadapan dengan anak-anaknya tanpa kehadiran Rebecca di sisinya. Apa yang dilakukannya seperti tidak perjalan dengan baik.

Dia begitu menghargai apa yang telah dilakukan Rebecca dalam urusan rumah tangganya, termasuk mengurus ketiga anaknya.

Salah satu hal yang menurutnya paling sulit dihadapi adalah bagaimana menangani anak yang berduka pasca kepergian sang ibu, seperti ketika anaknya menyadari keberadaan sebuah kartu ucapan ketika berjalan keluar rumah sakit.
Masih dari sumber yang sama, pesepak bola tersebut menceritakan bahwa anak laki-lakinya bertanya padanya,”Apa itu ayah?”

Ferdinand pun menjawab,”Oh, itu beberapa kartu ucapan terima kasih dari pasien dan keluarganya yang ditinggalkan untuk dokter serta perawat di bangsal, untuk membantu ibu dan ayah mereka, atau siapa pun di sana.”

Lantas sang anak berkata sambilalu,”Baiklah, mereka tidak membantu ibuku (hingga ibunya meninggal).”

Program dokumenter BBC sendiri ditayangkan seminggu sekali di hari Selasa pada pukul sembilan malam waktu setempat dan acara tersebut berdurasi selama satu jam.

Berikan tanggapan Anda

Komentar Anda

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here