MALANGTODAY.NET – Barangkali kita akan sedikit geli saat mendengar kata ‘ASU’ terucap. Dalam berbagai ulasan, ‘ASU’ acapkali identik dengan makna negatif tanpa kita pernah dalami sejarah di balik kata itu dan menjawab pertanyaan polos, Apa yang salah dengan ”ASU’ ?.

‘ASU’ ini ternyata adalah Asosiasi Scooterist Unisma yang merupakan kumpulan manusia-manusia yang berulah dengan sangat menjunjung tinggi nilai Bhinneka Tunggal Ika yakni diartikn mereka berbeda-beda vespa tetapi tetap saudara. “Sayangnya, Bhineka Tunggal Ika yang berasaskan kekeluargaan tak kunjung sampai titik puncak meski dijunjung tinggi-tinggi. Barangkali sebab kami menjunjungnya dengan pelan tapi pasti, “ujar Penggagas ‘ASU’ Saipul Bogel.

Dari kesamaan hobi inilah mereka bisa membentuk perkumpulan di kampus kawasan Dinoyo, Malang ini. Meski awalnya tak saling mengenal, para penggemar Vespa yang kebetulan satu kampus ini, akan saling menyapa saat berpapasan. Kemudian, dibentuklah perkumpulan ‘ASU’ ini. “Kalau ada Vespa temen yang mogok, kita perbaiki sama-sama,” Sambungnya.

Mahasiswa Unisma mungkin sering menjumpai komunitas ini, karena setiap ada vespa terparkir di kampus, dipastikan jika itu adalah bagian dari ‘ASU’.

Mereka berharap dari terbentuknya ‘ASU’ ini dapat semakin mempererat persaudaraan di antara para pemilik Vespa. Apalagi ada ‘ASU’ ini selalu mengikuti kegiatan-kegiatan para penggemar Vespa, tidak hanya di Malang saja, bahkan luar kota.

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.