Sstt... Ini Trik ‘Picik’ Supermarket Biar Kamu Belanja Banyak
Iluistrasi supermarket @Supermarket News

MALANGTODAY.NET – Belanja di supermarket sudah menjadi gaya hidup manusia pada umumnya. Terlebih bagi mereka yang cenderung praktis, instan, dan fleksibel. Belanja di supermarket menjadi solusi bagi mereka yang lebih cepat.

Melihat peluang seperti itu, pihak pengelola swalayan melakukan banyak trik yang nggak diketahui pengunjungnya. Trik ini bisa dibilang picik, tapi berhasil memengaruhi pengunjung.

Baca Juga: Mengapa Indonesia Libur di Hari Minggu? Ini Sebabnya!

Dilansir dari Opini.id, ini dia trik-trik picik supermarket yang nggak boleh kamu ketahui

Tengok Kiri

Salah satu kebiasaan orang Indonesia ketika belanja di supermarket adalah melihat ke sebelah kiri terlebih dulu saat memasuki swalayan. Hal ini yang kemudian dimanfaatkan oleh pihak supermarket dengan meletakkan barang-barang yang memiliki margin keuntungan besar di rak sebelah kiri kita.

Disambut Makanan

Jika kamu perhatikan dengan seksama, mayoritas supermarket kerap meletakkan booth makanan dan roti di dekat pintu masuk. Hal ini bertujuan untuk memancing selera pengunjung sehingga membuat pengunjung rasa lapar. Ketika otak distimulasi dengan aroma makanan, biasanya manusia akan berbelanja lebih banyak dari yang dibutuhkan.

Baca Juga: Bukan Korea Selatan! Ini 10 Negara Paling Banyak Operasi Plastik 2018

Label Diskon

Salah satu hal yang paling menarik mata pengunjung ketika belanja di swalayan adalah label diskon. Biasanya label harga barang yang akan didiskon dibedakan dengan label harga lainnya. Sebenarnya, label harga tersebut hanya digunakan sebagai pancingan agar hasrat membeli barang pengunjung naik. Toh, tak ada yang ingat harga sebenarnya barang itu.

Musik Santai

Di swalayan pada umumnya akan diputarkan musik yang cenderung kalem, dan memiliki tempo rendah. Hal ini bertujuan untuk membuat pengunjung santai dan tidak terburu-buru dalam belanja. Sehingga akan tumbuh kemungkinan belanja lebih banyak.


Penulis: Raka Iskandar
Editor: Raka Iskandar

Loading...