Transportasi Online Belum Jadi Ancaman Serius di Kabupaten Malang
Ilustrasi Transportasi Online @MalangTODAY

MALANGTODAY.NET Modernnya kehidupan saat ini diimbangi oleh semakin berkembangnya teknologi. Segala inovasi untuk memudahkan kehidupan manusia terus dikembangkan.

Salah satunya dalam bidang transportasi. Sekitar 2 tahun kebelakang mulai marak akan kemunculan ojek online. Tentu ZensTODAY sudah paham apa itu ojek online kan?

Ojek online yaitu ojek yang dipesan melalui online. Biasanya perusahaan ojek online ini sudah meluncurkan aplikasi yang dapat diakses di smartphone.

Nah, semakin kesini, perjalanannya tak bisa mulus. Sebab, terjadi kesenjangan antara ojek online dan konvensional.

Penolakan pun terjadi dimana-mana sampai memakan korban akibat penggrebekan. FYI, di Malang itu nyata terjadi kok Zens.

Selain masalah antara dua kubu tersebut, ada juga yang disebabkan karena penyalahgunaan oleh driver. Misal penculikan, pemerasan, dsb. Kamu tentu nggak mau dong jadi korbannya?

Berikut ini ada beberapa tips untuk membuat perjalananmu aman, diantaranya;

1.     Pastikan lokasi asal dan tujuan mengizinkan ojek online.

Seperti pembuka diatas, sejak ada konflik antara ojek konvensional dan online, maka Dinas Perhubungan pun memberi jalan tengah. Dimana ojek online dilarang menjemput di lokasi tertentu. Kalau di Malang, kamu nggak bisa order di terminal, stasiun, mall, lokasi yang dilewati rute angkot, dll. Kalau kekeh mau order, yang penting hati-hati ya.

2.    Pastikan driver beserta motor yang menjemput sama dengan aplikasi

Di aplikasi, sudah tertera keterangannya. Keterangan itu meliputi nama dan foto driver, plat kendaraan, nomor telpon, dan bahkan posisi sang driver. Kalau beda, patut untuk curiga. Namun, kadang plat kendaraan tidak sesuai seperti di aplikasi. Beberapa driver berdalih ia sedang memakai motor lainnya. Ada juga yang mengaku bahwa sebenarnya sudah diurus ke kantor cabang, namun pihak cabang berdalih pusat yang bisa mengurus. Alhasil lempar-lemparan tanggung jawab terjadi dan driver malas mengurusnya lagi. Dampaknya adalah tingkat kepercayaan konsumen turun.

3.    Biarkan orang lain terdekat tahu dan bisa melacak keberadaanmu

Kirimkan data driver ke orang terdekatmu, supaya tetap bisa dipantau. Apalagi kalau aplikasi ojek online yang kamu pesan mendukung layanan tracking location.

Baca Juga  Kisah Zacky Mendadak Punya Saudara Driver Ojek Online Saat Demo Angkot

4.    Hindari menyetujui driver untuk mengubah rute

Kalau kamu paham dengan rute menuju tempat tujuan, jangan mau diubah rute yang tidak kamu kenal. Apalagi kalau rutenya lebih jauh atau driver beralasan lebih cepat. Siapa yang tahu kalau akhirnya sang driver menurunkan kamu di tempat yang sepi dan bertindak yang tidak-tidak.

Sebaiknya, cari amannya saja. Juga karena tidak semua driver hafal jalan, kalau begini kamu bisa mengarahkan rutenya. Kalau kamu tidak tahu rutenya, pandai-pandai baca google maps dulu sebelum berangkat ya.

5.    Bawa senjata

Senjata disini tidak harus benda tajam, tapi bisa yang tergolong benda tumpul. Salah satu yang mudah dibawa yaitu semprotan merica atau cabai. Di toko sudah tersedia, atau kalau mau buat sendiri di rumah juga bisa. Bawa secukupnya saja untuk antisipasi kejahatan selama perjalanan.

Itulah beberapa tips yang bisa dipraktekkan, semoga perjalananmu bersama driver ojek online aman, nyaman, dan menyenangkan.

Loading...