Terkuak, Ini Alasan Biaya Kirim Paket Makin Mahal dan Lambat
Ilustrasi pengiriman paket @ Bizfluent

MALANGTODAY.NET Kenaikan tarif surat muatan udara (SMU) dinilai Asosiasi Perusahaan Jasa Pengiriman Ekspres, Pos, dan Logistik Indonesia‎ (Asperindo) mengganggu kinerja perusahaan jasa logistik. Terlambatnya proses pengiriman paket atau barang pun menjadi salah satu yang terkena imbasnya.

Menurut Ketua Asperindo, M Feriadi sejak adanya kenaikan SMU, proses pengiriman barang jadi terlambat. Dengan keterlambatan itu, kinerja perusahaan jasa pengiriman ekspres ikut tercoreng.

Baca Juga  Ini Wujud  Prangko Anyar PT Pos Indonesia

“Karakteristik anggota Asperindo kebanyakan melakukan pengiriman lewat jalur udara, apa yang terjadi merupakan suatu hal yang menghambat, jadi proses pengiriman yang tadinya sangat cepat jadi terlambat,” ujar Feriadi di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Jakarta Pusat melansir dari laman Suara, Rabu (6/2/2019).

Naiknya tarif SMU tersebut dinilai Feriadi merupakan kebijakan yang dilakukan secara sepihak. Penyebabnya karena tidak ada perundingan terlebih dahulu dengan perusahaan jasa pengiriman ekspress terkait.

Kenaikan tarif diumumkan sangat cepat dan begitu masif. Dia menyebut, semua maskapai penerbangan menaikan tarif sebanyak enam kali sejak tahun 2018.

“Kenaikan yang dilakukan dirasa sangat memberatkan, pertama dilakukan secara terus-menerus dengan pemberitahuan singkat dan cepat,” jelasnya.

Sosok yang juga menjabat sebagai Direktur Utama JNE itu menganggap kenaikan tarif menjadi pekerjaan rumah baik bagi pemerintah maupun swasta. Dirinya mengaku sudah melaporkan persoalan kenaikan tarif ini dalam diskusi dengan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Darmin Nasution.

“Harapannya kalau ini membaik bakal membantu pelaku usaha kecil menengah (UKM). Karena dengan kenaikan ini kalangan UKM tidak bisa mengirim barangnya karena biaya ongkos kirim di luar kemampuan mereka,” pungkas dia.

Baca Juga  Ayo Donasikan Bukumu 18 September 2017 via Pos Indonesia, Gratis!

Sejak Januari 2019 lalu, pihaknya telah bersepakat dengan lebih dari 200 perusahaan anggota asosiasi untuk melakukan penyesuaian tarif. Hal itu dilakukan demi menyesuaikan berbagai biaya operasional yang turut meningkat. Seiring dengan kenaikan biaya kargo udara yang diberlakukan oleh pihak maskapai penerbangan beberapa waktu lalu.

Lebih lagi, langkah tersebut sudah sesuai arahan dari DPP Asperindo melalui surat No. 122/ DPP.ASPER/XI/2018 agar iklim usaha antara perusahaan jasa pengiriman ekspres, pos, dan logistik tetap kondusif serta harmonis. (HAM)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.