Ilustrasi @mmgazette

MALANGTODAY.NET – Cuaca Malang mulai panas. Tampaknya hujan mulai beranjak dari Bhumi Arema ini. Saat siang, terik matahari tidak bisa dihindari. Hal ini kadang juga menganggu sebagai orang untuk beraktivitas. Apalagi bagi mereka yang sedang berpuasa.

Satu sisi, cuaca panas memang menguntungkan, terutama bagi jemuran. Lain sisi cuaca panas juga menyakitkan. Apalagi bagi mereka yang sedang berpuasa, tentu menambah ketidaknyamanan pada tubuh, dehidrasi dan lemas. Akibatnya, aktivitas sehari-hari bisa saja terganggu.

Namun, cuaca panas seharusnya tidak menjadi penghambat aktivitas. Dalam kondisi apapun, aktivitas harus tetap dilakukan. Sebab itu, bagi ZensTODAY yang tidak tahan dengan cuaca panas, apalagi sedang berpuasa, dan beraktivitas di luar ruangan secara berlebihan, ikuti trik berikut ini!

Penuhi asupan air dalam tubuh
Ilustrasi @detikhealth
Ilustrasi @detikhealth

Cuaca panas kerap membuat tubuh berkeringat. Saat itulah cairan dalam tubuh berkurang. Untuk itu, sebelum dehidrasi menyerang, perbanyaklah asupan air dalam tubuh. Salah satu solusi terbaik adalah bayak mengonsumsi air mineral.

Paling tidak, Zens bisa memenuhi 8 gelas air mineral setiap hari. Apalagi saat ini sedang puasa, penting untuk memerhatikan asupan air dalam tubuh. Jangan sampai saat siang hari puasa batal gara-gara cuaca panas.

Hindari pakaian gelap
Ilustrasi @idntimes
Ilustrasi @idntimes

Pakain gelap dipercaya bisa menyerap sinar matahari. Kalau tidak percaya, Zens bisa mencoba memakai pakaian warna hitam saat cuaca sedang terik. Tubuh akan terasa panas saat memakai pakaian ini.

Agar tidak kepanasan saat beraktivitas di luar ruangan saat siang hari, Zens dianjurkan memakai pakaian yang berbahan tipis dengan warna terang. Pertimbangan lain kenakan pakaian yang berbahan kapas sehingga mampu menyerap keringat daan membantu tubuh menjadi lebih dingin. Saran lain juga menganjurkan untuk memakai pakaian yang longgar.

Gunakan pelindung matahari
Ilustrasi @travelingyuk

Hal ini penting untuk dilakukan, mengingat sinar ultraviolet sangat tidak baik bagi kulit. Pada gilirannya, sinar ini bisa memberi efek terbakar, dan bahkan bisa membakar kulit.

Gejala yang sering muncul saat cuaca panas adalah kulit kering. Gejala ini bisa diatasi dengan pelembab kulit. Gunakan pelembab di area wajah, tangan, dan kaki.

Penggunaan tabir surya (sunblock) juga dianjurkan. Tentu saja tujuannya untuk menghalau terik matahari secara langsung. Selain itu, penggunaan payung atau topi dan kacamata hitam juga dianjurkan saat keluar rumah pada siang hari.

Konsumsi buah dan sayur segar
Ilustrasi @hellosehat
Ilustrasi @hellosehat

Makanan juga memiliki peran penting bagi tubuh. Salah mengonsumsi makanan saat cuaca panas, bisa berakibat buruk pada tubuh. Zens akan merasa kepanasan jika terlalu banyak makanan makanan berminyak dan bersantan.

Sebagai gantinya, mengonsumsi buah dan sayur segar adalah salah satu solusinya. Selain bisa membantu mencegah dehidrasi, buah dan sayur sangat bagi bagi kesehatan. Kandungan gizi yang banyak, mampu menjaga kondisi tubuh dengan baik.

Istirahat yang cukup
Ilustrasi @mencegahpenyakit
Ilustrasi @mencegahpenyakit

Istirahat sangat penting. Dengan beristirahat, bisa mengembalikan kondisi tubuh menjadi lebih baik dan segar. Hal ini tentu berpengaruh pada aktivitas sehari-hari.

Istirahatlah di tempat yang teduh, sehingga tubuh bisa pulih kembali. Gunakan waktu 8 jam istirahat dengan baik. Jangan sampai cuaca panas justru membuat keadaan Zens menjadi tidak seimbang dan berantakan.

Sudah merasakan panasnya Malang, Zens? Yuk halau dengan trik di atas biar puasa dan aktivitas tetap jalan terus! (Bas)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.