Lama Sendiri, Kelompok Perempuan Jomblo Demo Pemerintah Legalkan Poligami!
Ilustrasi perempuan jomblo dan pasangan kekasih @eBaum's World

MALANGTODAY.NET – Pada era modern ini, tingginya populasi perempuan terhadap laki-laki mengakibatkan banyak perempuan masih menyandang status lajang di usia layak menikah. Poligami yang seharusnya bisa menjadi solusi justru ditentang habis-habisan karena dianggap merugikan perempuan. Namun uniknya, sejumlah perempuan di Tunisia justru menuntut poligami. Lho kok?!

Dilansir dari Tempo.co, Kamis (31/1/2019),  sekelompok perempuan Tunisia yang tergabung dalam Forum Kebebasan dan Kewarganegaraan menuntut pemerintah melegalkan poligami. Hal ini karena semakin banyak perempuan jomblo membuat mereka takut melajang hingga hari tua.

Tunisia sendiri melarang poligami dan dinilai merupakan hal yang tabu dan mendapatkan sanksi kriminal. Namun masalahnya, Kantor Nasional untuk Keluarga dan Penduduk mencatat negara Afrika Utara itu pada tahun 2017 merupakan negara dengan tingkat keengganan menikah mencapai 60 persen. Hal itu yang membuat kebutuhan poligami diperlukan untuk mengentaskan masalah lajang.

Presiden Forum, Fathi Al-Zghal, menyebutkan bahwa aksi tersebut merupakan spontanitas. Hal ini bertujuan untuk menyelesaikan masalah perawan tua yang makin marak di Tunisia. Ia juga mendukung agar ada kajian ulang terkait hak dan kemerdekaan perempuan secara keseluruhan, bukan poligami semata.

Selain poligami, yang dipermasalahkan oleh forum ini adalah prosedur cerai yang dinilai tak adil dan prinsip adopsi yang berseberangan dengan hukum syariah. Al-Zghal juga menegaskan bahwa aksi ini sama sekali tak ada hubungan dengan mobilisasi dari partai politik tertentu.

Perlu diketahui, data yang dirilisi oleh Kantor Nasional untuk Keluarga dan Penduduk Tunisa menunjukkan bahwa wanita jomblo meningkat lebih dari 2,25 juta dari seluruh jumlah perempuan. Sementara itu, umur tertua perempuan lajang mencapai usia 35 tahun. (sig)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.