Ilustrasi jam kerja karyawan @pixabay
Ilustrasi jam @pixabay

MALANGTODAY.NET – Kebijakan jam kerja di Indonesia rata-rata berjalan selama 8 jam. Namun, hal tersebut tidak bagi CEO Alibaba, Jack Ma. Dirinya akan menerapkan jam kerja selama 12 jam sehari untuk karyawannya. Bagaimana jika hal tersebut diterapkan di Indonesia?

Seperti dilansir dari Detikfinance, pada  Minggu (14/4/2019) alasan Jack Ma memperpanjang masa kerja karyawannya tersebut, agar karyawannya bisa lebih fokus dalam mengejar target.

Menanggapi hal tersebut, Peneliti Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) Bhima Yudhistira mengatakan kebijakan tersebut tidak cocok bila diterapkan di Indoneisa. Pasalnya, kini tren ekonomi di Indonesia lebih mengarah ke sektor jasa. Sektor ini tidak memerlukan jam kerja panjang.

“Saya nggak setuju ya sama Jack Ma, apalagi kalau konteksnya kita melihat Indonesia yang mulai beralih ke sektor jasa. Kalau dengan pekerjaan (jam kerja panjang) itu kita sedang kembali di era tahun 80-an era dimana sektor manufaktur mendominasi ya itu boleh, tapi kalau level jasa sekarang harus ada penyesuaian jam kerja,” ucapnya.

Prinsip Work Life Balance

Selain itu, Bhima juga menyinggung soal work life balance. Dia mengatakan bahwa dalam bekerja harus ada keseimbangan antara pekerjaan dan interaksi sosial.

“Saya melihat work life balance itu sangat penting sekarang. Kerja boleh, tapi harus ada keseimbangan antara pekerjaan juga dengan interaksi sosial di masyarakat. Kita nggak ingin hanya kerja di depan komputer dan interaksi sosial rendah,” lanjutnya.

Bahkan Bhima mengatakan apabila tidak adanya jam kerja yang yang seimbang seperti prinsip work life balance, maka bisa memicu perilaku negatif; bahkan bunuh diri bagi pekerja. Khususnya para pekerja muda yang masih sangat mudah tertekan.

“Itu bisa mendorong bunuh diri yang meningkat di usia remaja karena adanya tekanan kerja, jam kerja, dan adanya tekanan interaksi sosial berkurang sehingga memicu mereka berperilaku negatif,” tambahnya.

Bhima menyebutkan daripada mencontek kebijakan jam kerja panjang yang diterapkan Jack Ma, lebih baik mencari cara untuk bekerja dengan efektif dan efisien.

“Saya harapkan Indonesia jangan contek Jack Ma, tapi lebih ke kerja efektif dan efisien, karena ini modelnya sudah ekonomi milenial,” tandasnya. (Bas)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.