Infografis jatah tidur@MalangTODAY/Tri Nanda

MALANGTODAY.NET– Tidur adalah suatu hal kebutuhan alamiah yang dipenuhi setiap hari. Tidur juga merupakan aktivitas yang bisa me-recharge stamina setelah seharian lelah menjalani rutinitas sehari-hari. Oleh karena itu, memperhatikan durasi tidur merupakan hal yang penting sama halnya asupan gizi yang dikonsumsi setiap harinya. Durasi tidur tidak boleh kurang maupun berlebihan.

Dilansir dari laman klikdokter.com, sebuah penelitian yang dilakukan oleh Universitas Wincosin, Amerika Serikat menemukan bahwa durasi  tidur seseorang dapat berpengaruh pada  Indeks Massa Tubuh (IMT).

Hal ini terjadi karena tidur berkaitan dengan perubahan kadar hormon yang bernama leptin yaitu hormon yang berasal dari sel lemak yang bersifat mengurangi nafsu makan dan ghrelin yaitu peptida yang berasal dari lambung yang justru meningkatkan nafsu makan.

Baca Juga  Langka, Panjangnya Bagian Tubuh Pria Ini Bikin Kamu Ternganga
Perempuan Cantik Ini Mati 5 Menit, Ini Kisah Saktinya!
Ilustrasi perempuan terkena serangan jantung @Doylestown Health

Apabila terjadi kekurangan kadar leptin dan tingginya kadar ghrelin, maka nafsu makan akan meningkat dan dapat menyebabkan obesitas atau kelebihan berat badan. Yang kemudian menjadi  risiko yang tinggi untuk terjadinya penyakit jantung dan pembuluh darah yang pada akhirnya meningkatkan risiko kematian.

Penelitian tersebut juga didukung oleh penelitian sebelumnya yang dilakukan Kripke, dkk di California, Amerika Serikat yang mendapatkan bahwa risiko kematian meningkat pada waktu tidur 8 jam atau lebih, atau tidur kurang dari 7 jam.

Penelitian yang melibatkan lebih dari 1 juta individu ini menemukan bahwa tidur selama 8, 9, 10 atau lebih jam dapat meningkatkan risiko untuk meninggal akibat penyakit jantung dan pembuluh darah pada baik wanita dan pria. Penggunaan pil tidur yang sering untuk mengontrol insomnia juga berkaitan dengan peningkatan risiko kematian.

Dilansir dari hellosehat.com, Lydia DonCarlos, PhD, dari Loyola University Chicago Stritch School of Medicine yang dipimpin National Sleep Foundation, membuat rekomendasi berdasarkan usia, mulai dari bayi yang baru lahir (yang memerlukan 14-17 jam tidur per hari) sampai dewasa berusia 65 tahun ke atas (7-8 jam per hari).

Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa remaja berusia 14-17 tahun memerlukan 8-10 jam tidur per malam. Angka ini lebih tinggi dibanding rekomendasi sebelumnya yaitu 8,5-9,5 jam per malam. Dr. DonCarlos dan para ahli lainnya dalam panel multidisiplin memeriksa temuan dari 320 studi yang melaporkan durasi tidur, dan mereka menemukan adanya efek kesehatan dari lamanya durasi tidur, yang merupakan konsekuensi bila terlalu lama atau terlalu sedikit tidur.

Baca Juga  Saking Kayanya, Kelakuan Orang Kaya Ini Sama Sekali Nggak Aturan!
Wu Jiao
Ilustrasi tidur di kelas @The Pawprint

National Sleep Foundation (NSF) dan panel yang terdiri dari 18 ilmuwan medis dan para peneliti mengulas lebih dari 300 penelitian tentang tidur. Mereka mencoba menemukan jumlah waktu yang tepat seseorang harus tidur sesuai dengan usia.

Dilansir dari laman cnnindonesia.com, NSF menerbitkan laporan yang memperbarui rekomendasi tidur untuk segala usia, dengan jumlah waktu tidur yang ideal adalah 14-17 jam per hari pada bayi baru lahir (0-3 bulan). Sedangkan pada bayi berusia 4-11 bulan waktu tidurnya adalah 12–15 jam per hari.

Kemudian pada balita 1-2 tahun waktu tidurnya adalah 11-14 jam per hari. Pada anak pra-sekolah (3-5 tahun) waktu tidurnya adalah 10-13 jam per hari. Anak usia sekolah (6-13 tahun) waktu tidurnya 9-11 jam per hari. Pada remaja usia 14-17 tahun waktu tidurnya adalah 8-10 jam per hari.

Orang dewasa muda  usia18-25 tahun waktu tidurnya 7-9 jam per hari. Pada dewasa usia 26-64 tahun waktu tidurnya 7-9 jam per hari. sedangkan untuk orang dewasa yang lebih tua (di atas 65 tahun) waktu tidurnya adalah 7-8 jam per hari. (Alv/end)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.