Mau Foto Gerhana Bulan Total Lewat Handphone? Ikuti 6 Langkah Ini
Foto gerhana bulan total pakai kamera HP (Istimewa)

MALANGTODAY.NET – Fenomena alam gerhana bulan total atau blood moon pada Jumat (27/7) dini hari hingga Sabtu (28/7) pagi, merupakan sebuah momen yang nggak boleh terlewatkan dan kudu diabadikan.

Memotret fenomena alam emang nggak segampang memotret objek lainnya. Dibutuhkan trik khusus untuk hasil foto yang outstanding.

Baca Juga: Jangan Tidur Pakai Kipas Angin! Ini Dampak Buruknya Untuk Kesehatan

Sebenarnya, dibutuhkan kamera SLR, mirrorless atau kamera lensa tele untuk bisa memotret gerhana bulan total.

Tapi kalau kamu nggak punya seperangkat alat fotografi tersebut, kamu bisa menggunakan kamera handphone untuk mengabadikan si bloodmoon.

Dilansir dari kompas.com, ini dia langkah-langkah yang harus kamu lakukan untuk memotret gerhana bulan total menggunakan kamera handphone!

Baca Juga: Tragis, 5 Seleb Ini Meninggal Setelah Perankan Film Horor, Kutukan?

1. Fitur Long Exposure

Step pertama adalah ketahui handphone kamu, apakah  memiliki fitur long exposure atau tidak. Fitur ini merupakan durasi kamera untuk menangkap momen.

“Gunakan kecepatan rana rendah dengan pencahayaan beberapa detik tergantung ISO dan diafragma,” jelas Mutoha Arkanuddin, pembina Jogja Astro Club.

2. No Flash On

Ini sih wajib banget. Jangan pernah menyalakan flash untuk memotret obyek di malam hari dan fenomena alam. Karena akan hal ini akan merusak obyek foto kamu.

Fitur flash sendiri hanya akan menerangi obyek yang dekat dari ponsel saja dan tidak berpengaruh pada bulan.

Untuk mematikan flash, ketuk ikon bergambar petir pada aplikasi kamera dan pilih “off” atau simbol coreng.

Baca Juga: UM International Camp 2018 Dihadiri  Perwakilan Mahasiswa dari 48 Negara

3. Atur Exposure

Selanjutnya, kamu harus mengunci fokus ke obyek, untuk mengatur kecerahan gambar. Jadi, kamu bisa mengatur intensitas cahaya bulan dan lingkungan sekitar.

Ingat, pengaturan ini akan memoengaruhi kecerahan gambar kamu secara keseluruhan. Diatur atau setting lama pun nggakpapa, asalkan bisa mendapatkan hasil yang perfect!

4. Mode Manual

Sama seperti kamera DSLR, mirrorless dan lensa tele, kamera mode manual akan memudahkan kita mengatur sendiri sesuai kondisi lingkungan. Biasanya yang akan diatur ketika kamera dalam mode manual, adalah ISO dan shutter speed.

Baca Juga: Rapat Pleno KPUD Tetapkan Sutiaji Wali Kota Malang Periode 2018-2023

5. White Balance

White Balance adalah temperatur warna yang dinyatakan dalam satuan derajat Kelvin.

Fotografer NASA Bill Ingall, biasanya akan memilih temperatur netral “daylight” 5200 Kelvin, sesuai cahaya matahari di siang hari. Karena cahaya bulan adalah pantulan dari matahari.

Atau bisa juga dengan memilih opsi daylight di kamera mode manual kamu, untuk mendapatkan White Balance.

6. Keadaan Stabil

Pastinya dong, kalau mau memotret fenomena alam yang bergerak, kamu jangan ikutan gerak. Pastikan kamera handphone kamu stabil.

Untuk membuatnya stabil, kamu bisa menggunakan tripod atau tombol volume ketika capturing gambar.

Jangan lupa untuk atur shutter speed dan ISO ke angka rendah. Karena pengaturan ini bisa mencegah gambar buram akibat guncangan.


Penulis : Annisa Eka Safitri
Editor: Annisa Eka Safitri

Loading...