cara membuat terarrium Ingin Kurangi Dampak Global Warming dengan Cara Unik? Ini Tipsnya!
Metode bercocok tanam bernama terarrium (Istimewa)

MALANGTODAY.NET Dampak global warming atau pemanasan global sudah semakin terasa bagi lingkungan. Untuk itu, kegiatan seperti mengurangi pemakaian plastik atau menanam kembali tumbuhan hijau kerap didengungkan. Namun, ada cara unik lain untuk mencegahnya, yaitu dengan metode bercocok bertanam bernama terarrium.

Menurut ketua Jambore Ngalam Resik 2019, Nurmawati SPd, terdapat perbedaan antara pot dan terarrium. Perbedaan paling mencolok salah satunya dari media tanam, yang mana terrarium menggunakan media kaca. Perbedaan lainnya yaitu dalam segi tumbuh kembang tanaman dan keindahan.

“Kalau terarrium itu gak boleh melibihi tinggi kaca potnya. Harus dibawahnya. Kan kalau pot, tumbuhannya melebihi tinggi potnya,” papar Nurma di Jambore Ngalam Resik 2019 yang dihelat di Bumi Perkemahan Puslatcab, Madyopuro, Minggu (24/02/2019).

Maka, untuk mengatasi itu, lanjut Nurma, kotak kaca yang menyerupai akuarium tersebut harus ditutup supaya menghambat perkembangan tumbuhan. Ia juga menyarankan agar terrarium untuk tidak terkena sinar matahari secara langsung. Sebab itu juga menjadi faktor penyebab tumbuh kembangnya tumbuhan di akuarium.

“Iya jangan sampai kena sinar matahari langsung pokoknya. Biar ada penghambatan,” jelasnya.

Metode bercocok tanam bernama terarrium (Istimewa)

Penghambatan tersebut, kata Nurma, adalah hal yang penting dan pembeda terrarium dari sistem penanaman tumbuhan lainya. Sebab, keindahan merupakan tujuan dari pembuatan terarrium

Ada cara untuk mengakali panas matahari kepada tumbuhan ketika berfotosintetsis. Yaitu menggunakan arang yang sudah dipecah kecil-kecil sebagai media tumbuh tanaman.

“Ini untuk ngakali aja dari sinar matahari. Arang fungsinya untuk pengganti sinar matahari. Kan gak langsung. Dan juga untuk membunuh bakteri di sekitar tanaman,” jelasnya.

Acara tersebut telah dimulai sejak dua hari lalu. Para peserta yang kebanyakan siswa SMP se-kota Malang diajari untuk membuat terarium.

“Pelatihannya juga dari anak-anak SMP itu. Jadi harapannya anak-anak bisa menularkanlah keterampilan itu di sekolah-sekolah masing. Dan tadi SMP 17 juga ngomong ke saya bahwa siswanya diwajibkan membuat,” gembira Nurma.

Sebagai informasi, terarrium bukanlah hal yang baru di Indonesia. Seperti halnya di Jakarta yang menggunakannya sebagai media tanaman untuk mengurangi polusi udara.

Meski begitu, Kota Malang dinilai Nurma baru pertama kalinya diadakan pelatihan terarrium. (BOB/HAM)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.