Yuk, Nostalgia Layar Tancap Bioskop Misbar di Sini
Ilustrasi layar tancap @kompasiana
ads

MALANGTODAY.NET – Kalian yang muda di era 80an hingga awal 90 an, tentu akrab banget dong ya sama yang namanya layar tancap atau biskop misbar (gerimis bubar). Dizamannya kala itu, acara nonton bareng di tanah lapang itu pasti sangat menyenangkan banget ya.

Sayangnya, di zaman serba modern seperti sekarang ini layar tancap sudah hampir hilang dan tergantikan dengan suasana nyaman bioskop. Tapi buat kalian yang pengen tahu banget suasana ala-ala zaman orangtua kalian pacaran, bisa banget nih datang ke acara Pekan Budaya pada 30 April mendatang. Pasalnya, di sana juga akan ada acara nonton bareng layar tancap loh.

Kegiatan bertajuk Pemuda Sadar Budaya, Refleksi Malang Lawas ini merupakan salah satu kegiatan untuk memperingati hari jadi Kota Malang yang ke 103 tahun, dan diselenggarakan oleh DPD Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kota Malang.

“Acara ini juga menyuguhkan pentas nusantara tarian daerah, dan digelar di Indonesia Old Movie Museum,” kata Ketua KNPI Kota Malang, Hutama Budi Hindrarta melalui keterangan tertulisnya pada MalangTODAY.net.

Selain layar tancap, acara ini juga akan menghadirkan sarasehan dengan pemateri yang kompeten dibidangnya, yakni Ir. Budi Fathoni yang merupakan dosen tata kota, M. Dwi Cahyono, M. Hum sebagai ahli dalam bidang arkeolog, serta Dr.Reza Hudiyanto, M.Hum Dosen Jurusan Sejarah.

“Dan terkait sejarah bioskop Kota Malang akan dinarasumberi oleh pelopor bioskop misbar, Hariadi,” tambahnya.

Menurutnya, acara tersebut ditujukan pada banyak kalangan. Untuk sarasehan misalnya, memang dikhususkan bagi pelajar dan mahasiswa. Sementara untuk pertunjukan layar tancapnya dapat diikuti oleh semua kalangan.

“Acaranya pun free gratis alias gak bayar. Targetnya, tidak berhenti di sini tapi akan berlangsung di berbagai kegiatan” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Pelaksana Pekan Budaya, Surya Meygawati menambahkan, kegiatan ini  ini merupakan bentuk kepedulian pemuda yang ada di Kota Malang dalam melestarikan budaya dan juga memahami sejarah Malang khususnya di Kota Malang.

Dia juga menyampaikan, tidak hanya sekedar memberi hiburan, kegiatan tersebut juga memiliki nilai edukasinya.  Sarasehan budaya akan membahas sejarah Malang dimasa kerajaan dan kolonial, kemudian sejarah Malang setelah masa penjajahan, serta perbandingan tata kota Malang dulu dan sekarang.

“Tidak hanya itu, sebelum kita melihat layar tancap dengan film-film lawasnya, pak Hariadi akan menceritakan sejarah perfilman dan bioskop misbar. Jadi sangat menghibur dan beredukasi sekali,” jelasnya.