Ditanya 'Kapan Nikah' Ketika Lebaran? Ini Cara Ngelesnya
Ilustrasi suasana lebaran (Istimewa)

MALANGTODAY.NET –  Setelah kita berpuasa sebulan lamanya, akhirnya kita mencapai kemenangan di hari raya. Waktunya kita bersua jumpa keluarga, sanak saudara dan kawan kolega tercinta. Momen silaturrahmi banyak dimanfaatkan untuk saling bertukar kabar dan berbagi kebahagiaan. Eitss, tunggu dulu “Kapan nikah” atau “Sudah punya gandengan?”

Yup, di momen lebaran, bersiaplah dihujani dengan pertanyaan “Kapan nikah?”, kalau udah nikah “Kapan punya momongan?”, kalau udah punya momongan, “Kapan nambah adik lagi?” dan sederet pertanyaan-pertanyaan lain yang mengandung sembilan bulan eh masa depan bro. Sabar ya bro, enjoy aja..

Buat yang masih belum punya gandengan atau mungkin masih belum kepikiran buat nikah. Nah, ini redaksi MalangTODAY punya beberapa tips dan jurus sederhana yang bisa kamu gunakan ketika diberondong pertanyaan-pertanyaan basic (red. menyebalkan) tersebut:

1. “Doain Aja, Ya”

Pertanyaan “Kapan Nikah?” sebenarnya bermaksud baik, karena pihak keluarga tandanya juga peduli sama urusan masa depan kamu. Mungkin dengan pertanyaan itu tujuannya hanya sekedar untuk membangkitkan motivasi kamu.

Tapi ya namanya masa depan, kita kan belum tahu nantinya rencana dan kesiapan pernikahan datang kapan?

Jadi jawab aja dengan tenang, “Doain aja ya, biar cepet nikah.” (senyum-senyum tipis).

2. “Nunggu Ada yang Ngelamar”

Jawaban model gini cocok buat dilontarkan untuk keluarga kandung dan kerabat dekat, seperti Ayah, ibu, adik atau kakak-kakakmu.

Ya, minta pemakluman saja atas pacar kamu yang mungkin belum siap lahir batin untuk melamarmu, toh?

Kalau perlu, ngomong gini pas posisi doi juga lagi di ruangan bersama keluargamu. Wih sadiss..

3. “Masih Nyicil Modal”

Jawaban model gini cocok buat kamu yang menjaga etika profesionalitas dengan masih saja sibuk meniti karir.

Jika ada saudara yang masih aja melontarkan pertanyaan model gini, cukup bilang “Masih nyicil jodoh eh modal nikah maksudnya.

Usahakan setelah menjawab ini, kamu cepet – cepet ngeloyor pergi atau minimal cari topik pembicaraan lain.

4. “Nanti ya, kalau nggak hujan”

Buat yang udah capek meladeni pertanyaan-pertanyaan “Kapan Nikah?” dari siapapun itu orangnya, cukup jawab aja “Nanti ya, kalau nggak hujan,” Dijamin, mereka akan diam seribu bahasa.

5. “Kalau ndak sabtu ya minggu pokoknya, Datang Ya.”

Jawaban ini juga cocok buat kamu yang udah capek dengar pertanyaan Kapan Nikah?. Hitung-hitung sekaligus memeriahkan suasana dengan jokes dan kelakar-kelakarmu yang lain.

Cukup diguyoni dan dijawab santai sambil mancing topik pembicaraan lain atau langsung ngeloyor pergi pamit ke kamar mandi, menenangkan hati.

6. “Nikah itu Sakral dan Gak Gampang”

Buat kamu yang sedang dalam posisi terjepit dan disudutkan dengan pertanyaan menjebak model gini, cukup ceramahi saja mereka dengan argumen-argumen filosofis sepengetahuan kamu.

Seperti menikah bukan soal kebahagiaan dan rezeki. Karena kamu tahu kebahagiaan itu tak lebih hanya soal persepsi. Karena kebahagiaan itu kita sendiri yang nyiptain, bukan mereka, bukan hanya dengan menikah. Dan segelintir argumen lain.

Dijamin mereka bakal manggut-manggut dan menyegerakan sesi makan-makan saja daripada suasana mendadak jadi melodramatis. Hahaha.

Nah, sekian tips MalangTODAY dalam menyikapi pertanyaan standar yang kerap muncul pada momen silaturrahmi lebaran. Sudah siap kan kalo nanti ditanyain “Kapan Nikah?” Hehehehe. Semoga secepatnya ya. Happy Eid Mubarak .. (End)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.