Begini Cara Puasa dan Salat ketika Musafir Saat Mudik
Ilustrasi mudik lebaran@MalangTODAY.net

MALANGTODAY.NET – Mudik untuk sebagian orang menjadi sebuah tantangan. Selain karena perjalanan yang jauh dan membutuhkan banyak waktu, terkadang pemudik juga tetap menjalankan ibadah puasa.

Ketika kita melakukan perjalanan jauh, termasuk perjalanan mudik, otomatis kita akan menjadi seorang musafir. Walaupun banyak yang bilang kalau kewajiban beribadah menjadi lebih ringan ketika menjadi musafir, tapi bukan berarti ditinggalkan ya.

Dilansir dari idntimes.com, ada beberapa tata cara yang bisa kamu lakukan untuk tetap berpuasa dan salat, ketika menjadi seorang musafir.

1. Salat di atas kendaraan

Ilustrasi salat saat perjalanan (Istimewa)

Kalau kamu melakukan perjalanan mudik dengan menggunakan transportasi umum, kemungkinan besar kamu masih bisa melakukan salat. Tapi ingat ya, harus lihat kondisinya dulu. Jika kondisinya memungkinkan, maka bisa kamu lakukan di tempat dudukmu.

Tapi kalau tidak bisa, jika ada kesempatan untuk turun dari kendaraan, segeralah laksanakan salat ya.

2. Jamak dan qashar

Ilustrasi salat jamak dan qashar (Istimewa)

Alternatif satu ini, bisa kamu lakukan kalau perjalanan kamu memenuhi jarak dan waktu tempuh untuk bisa melakukan jamak dan qashar.

Patokan melakukan jamak dan qashar pun sampai dengan saat ini, masih menjadi perdebatan para ulama.

Ada yang bilang, bila kita sudah menempuh perjalanan 30 kilometer, jamak atau qashar diperbolehkan. Ada juga yang berpendapat bahwa dua keringanan salat itu, bisa dilakukan jika sudah menempuh jarak 77 kilometer.

Masalah waktu pun juga masih dalam perdebatan, ada yang menyebutkan mulai dari empat hari dan seterusnya.

3. Membayar puasa

Wajib menganti puasa yang ditinggalkan (Istimewa)

Sedangkan untuk puasa, seorang musafir boleh tetap menjalankan dan boleh tidak. Tapi ketika kita memilih untuk nggak puasa, kita harus menggantinya di lain hari. Hal ini sesuai dengan surat Al-Baqarah ayat 185.

“Dan barangsiapa sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), maka (wajiblah baginya berpuasa), sebanyak hari yang ditinggalkannya itu, pada hari-hari yang lain.” (Qs. al-Baqarah: 185). (End)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.