warga Ngamuk dan Rusak Polsek Tegineneng
Kondisi Polsek Tegineneng rusak parah akibat serangan puluhan warga @MalangToday/buanainformasi.com

MALANGTODAY.NET – Beranggapan kabar bahwa sosok mayat yang ditemukan adalah korban penembakan polisi, puluhan warga melakukan penyerangan dan pengrusakan terhadap Polsek Tegineneng, Kabupaten Pesawaran, Provinsi Lampung.

Sekelompok warga tersebut mengamuk di Polsek Tegineneng pada Jumat (17/3) pukul 08.00 WIB saat anggota Polsek Tegineneng tengah melaksanakan apel bulanan di Polres Pesawaran. Segerombolan warga tersebut datang dengan mempersenjatai diri mereka menggunakan senjata tajam.

Tanpa komando, warga yang emosional tersebut langsung menggeruduk Polsek Tegineneng dan melakukan aksi pelemparan yang membuat kaca kantor polsek tersebut pecah.

Kapolres Pesawaran AKBP M Sarham membenarkan Polsek Tegineneng dirusak oleh sekelompok warga, saat anggota kepolisian setempat tengah melaksanakan apel bulanan di polres setempat. “Penyerangan dilakukan oleh warga saat anggota tengah berada di polres untuk melakukan apel bulanan,” ujarnya.

Dihimpun dari Antara, Sarham menyatakan informasi sementara menyebutkan bahwa penyerangan diduga berawal dari penemuan mayat bernama Edi di Bendungan Argopuro. Berembus kabar bahwa mayat tersebut meninggal atau tewas akibat ditembak petugas, tapi dari hasil visum tidak ada luka tembak.

“Karena isu yang beredar itu, warga di wilayah tersebut datang ke polsek dan melakukan perusakan,” jawabnya kepada awak media.

Lebih lengkapnya, dia menjelaskan bahwa pada Rabu (15/3) lalu, polisi melakukan penyergapan terhadap mobil Toyota Avanza yang terparkir di Bendungan Agopuro, dan di lokasi itu petugas mendapati sekelompok warga tengah pesta narkoba.

“Di dalam mobil tersebut ada yang sedang pesta narkoba, polisi hanya berhasil menangkap satu orang, dan ada satu warga dari kelompok itu yang melompot ke sungai tapi saat dicari tidak ditemukan,” imbuhnya.

Menurutnya, warga yang meninggal tersebut merupakan salah satu yang ikut digerebek polisi dan kuat dugaan yang bersangkutan tidak bisa berenang.

Saat jasad korban divisum, juga disaksikan oleh keluarganya.

Sampai dengan saat ini polisi setempat masih melakukan penyelidikan untuk memastikan motif perusakan polsek itu serta telah menangkap sedikitnya lima pelaku pengrusakan tersebut. Beruntung serangan ini tidak menimbulkan jatuhnya korban jiwa.(zuk)

Berikan tanggapan Anda

Komentar Anda

Balas

Please enter your comment!
Please enter your name here