Wisnu Sakti Buana (Portal Tiga)
Wisnu Sakti Buana (Portal Tiga)

MALANGTODAY.NET – Baru-baru ini, praktik kasus prostitusi online terkuak di Surabaya. Kasus yang melibatkan artis Vanessa Angel dan Avriellia Shaqqila pada Sabtu (5/1/2019) ini pun ramai diperbicangkan oleh warganet.

Terkuaknya kasus prostitusi di Kota Pahlawan ini membuat warganet bertanya-tanya apakah ada hubungannya dengan Dolly. Masih ingat kan dengan Dolly? Ya, sebagaimana diketahui Dolly adalah pusat seks terbesar se-Asia Tenggara.

Baca Juga  Polisi Bongkar Prostitusi Online Penjual ABG

Meskipun Dolly yang berlokasi di Jl. Jarak, Kelurahan Putat Jaya, Kecamatan Sawahan, Kota Surabaya ini sudah resmi ditutup pada 18 Juni 2014. Namun masih ada ingatan kuat masyarakat akan kaitan antara Surabaya dan prostitusi.

Menanggapi hal ini, Wakil Wali Kota Surabaya, Wisnu Sakti Buana menegaskan bahwa hal ini tidak ada kaitannya dengan Dolly.

“Sebenarnya kalau bicara (prostitusi) online, masio artis yo gak ono hubungane dengan Dolly (meskipun artis ya tidak ada hubungannya dengan Dolly),” tegas Wisnu dilansir dari Merdeka.com (8/1/2019).

Ia pun balik bertanya mengenai harga. Menurutnya, pasaran harganya saja sudah berbeda jauh dengan Dolly. Tarif prostitusi online yang terakhir terkuak dihargai puluhan juta rupiah sedangkan di Dolly sekali main dihargai ratusan ribu rupiah. Hal ini semakin jelas menyatakan bahwa hal ini tidak ada hubungannya dengan Dolly.

“Pangsa pasarnya Dolly itu siapa, yang sekarang, kemarin tertangkap prostitusi online itu harganya berapa? Yo gak ono hubungane (Ya tidak ada hubungannya),” tegasnya lagi.

Baca Juga  Nikita Mirzani Pamer Foto Tanpa Filter, Netizen: Seperti Disengat Tawon

Menurutnya kasus prostitusi ini ada di berbagai daerah, hanya saja yang kemarin terkuaknya di Surabaya.

“Apa yang di luar Surabaya itu tidak terjadi?” tanyanya.

Dengan demikian, menurutnya kinerja kepolisian wilayah Surabaya lebih baik karena bisa mengungkap kasus tersebut.

“Saya melihatnya dari sisi yang lebih positif, berarti kinerja kepolisian di wilayah Surabaya lebih baik dari yang lain karena bisa mengungkap itu lebih banyak. Coba ditanya artisnya, opo mesti bookingane teko Surabaya tok (Apa bookingannya hanya dari Surabaya)? Kan yo nggak (Kan tidak),” pungkasnya.


Penulis: Almira Sifak
Editor: Almira Sifak

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.