Tri Rismaharini (Momentum)
Tri Rismaharini (Momentum)

MALANGTODAY.NET – Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini mengaku tak punya anggaran suplai pupuk untuk taman-taman yang di Surabaya. Namun berbekal kreatyitas dan sumber daya yang ada, Surabaya mampu memenuhi kebutuhannya itu.

Pemenuhan kebutuhannya yaitu dengan memberdayakan rumah kompos. Rumah-rumah kompos inilah yang berperan dalam pengolahan-pengolahan sampah di Surabaya.

“Kalau kami harus beli pupuk akan mahal sekali perawatannya dan kami enggak ada uang untuk itu,” ujar Risma dilansir dari Kompas.com (25/3/2019).

Menurut Risma, akan sangat disayangkan jika Pemkot menggelontorkan anggaran hanya untuk pembelian pupuk. Anggaran lebih baik digunakan untuk kebutuhan lainnya seperti pendidikan.

“Kalau anggaran hanya untuk beli pupuk, sektor lain seperti pendidikan, kesehatan, infrastruktur, membayar tenaga kerja, dan lainnya, tidak kebagian,” ungkap Risma.

Tidak hanya itu, Risma juga menargetkan ada energi listrik yang dihasilkan oleh rumah Kompos. Apalagi, Surabaya kini akan memiliki lima rumah kompos baru. Rumah kompos tersebut yakni di Tenggilis, Jambangan, Bratang, Tambak Oso, dan Wonorejo.

“Insya Allah ada tambahan lagi sekitar lima (rumah kompos). Karena saya punya target minimal kurang lebih 50 ton sampah tidak lagi masuk ke TPA Benowo,” kata Wali Kota Surabaya dua periode ini.

Setiap rumah kompos tersebut ditargetkan harus bisa menampung 5-10 ton sampah. Jika ditargetkan keseluruhan, sampah yang bisa masuk ke 28 rumah kompos di Surabaya harapannya bisa menerangi taman. (AL)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.