Risma terima penghargaan lingkungan dari Wapres JK (IG @dispendiksby)
Risma terima penghargaan lingkungan dari Wapres JK (IG @dispendiksby)

MALANGTODAY.NET – Surabaya berhasil menorehkan prestasinya di bidang lingkungan hidup. Hal ini dibuktikan dengan raihan tiga penghargaan sekaligus yaitu Adipura Kencana, Kinerja Pengurangan Sampah, dan Nirwasita Tantra.

Penghargaan tersebut diberikan secara langsung oleh Wakil Presiden Jusuf Kalla dan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya di Jakarta kemarin (14/1/2019).

“Anugerah Adipura Kencana merupakan penghargaan tertinggi diberikan kepada kota yang menunjukkan kinerja pengelolaan lingkungan hidup yang berkelanjutan, ujar Siti Nurbaya dilansir dari Antaranews.com (14/1/2019).

Aspek penilaian untuk mendapatkan Adipura Kencana 2018 juga cukup ketat. Dimana aspek pengelolaan sampah dan good environmental governance serta kebelanjutannya menjadi poin yang utama.

“Untuk itu, anugerah ini hanya diberikan kepada satu kota penerima Adipura Kencana, yaitu Kota Surabaya. Kota ini sudah mendapat rekognisi dari UNEP (United Nations Environment Programme), termasuk inovasi berupa tiket bus dengan menggunakan botol plastik, dan di dunia ini baru ada di Surabaya, Beijing, dan Turki,” ungkap Siti melalui Kompas.com (12/1/2019).

Untuk penghargaan Kinerja Pengurangan Sampah 2018, diberikan kepada kota yang memiliki inovasi penring dalam pengurangan sampah. Terutama hal ini dapat dilihat dari pelaksanaan pembatasan kantong kresek sekali pakai, peningkatan daur ulang plastik, dan pengelolaan bank sampah.

Penghargaan yang baru diberikan tahun ini telah berhasil didapatkan oleh 11 kota termasuk Surabaya. Rencananya penghargaan ini akan rutin diadakan setiap tahun.

Kemudian penghargaan ketiga yang didapatkan Surabaya adalah Nirwasita Tantra atau Green Leadership Award. Penghargaan ini diberikan kepada kepala daerah yang mampu merespons dan mengeksekui persolaan lingkungan hidup di wilayahnya.

“Penghargaan bagi kepala daerah diberikan atas kepemimpinan pemahaman dan aktualisasi dalam fungsi politik eksekutifnya terhadap isu-isu lingkungan, respons kebijakan serta inovasi dan kepemimpinannya dalam merespons persoalan lingkungan hidup,” pungkasnya. (AL)

 

 

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.