Spanduk Penolakan Bayar Surat Ijo (Ngopi Bareng)
Spanduk Penolakan Bayar Surat Ijo (Ngopi Bareng)

MALANGTODAY.NET – Warga Surabaya ramai-ramai memasang spanduk penolakan pembayaran surat ijo di beberapa wilayah Surabaya.

Menurut pantauaan, hingga kini wilayah yang memasang spanduk tersebut yakni Kertajaya, Perak Timur, Perak Barat, Kertajaya, Barata, Bratang, Dukuh Kupah Barat, Dukuh Kupang Timur, Pucang, Jagir, dan beberapa daerah lainnya.

Pemasangan spanduk penolakan pembayaran surat ijo tersebut diakui bukan karena adanya paksaan. Pemasangan tersebut diklaim merupakan aksi swadaya masyarakat pemegang surat ijo.

Baca Juga  Risma Bakal Tindak PNS Pemkot Surabaya yang Terlibat HTI

Sebagai informasi, surat ijo adalah sertifikat tanah yang menerangkan tanah aset milik Pemkot yang dialihfungsi menjadi lahan bangunan warga. Warga yang menggunakan lahan tersebut diwajibkan untuk membayar retribusi kepada Pemkot setempat.

Beberapa warga yang menyatakan penolakan pembayaran tersebut beralasan keberatan karena biaya yang dikeluarkan menjadi lebih mahal. Di satu sisi, pemegang surat ijo harus membayar retribusi dan disisi lain juga harus membayar Pajak Bumi dan Bangunan (PBB).

“Bayangkan saja, membayar retribusi surat ijo lebih mahal tiga kali lipat dibandingkan membayar PBB. Kan kasihan mereka,” ujar Ketua Gerakan Pejuang Hapus Surat Ijo, Bambang Sudibyo dilansir dari Antara (6/2/2019).

Baca Juga  Kecam Upaya Risma Sulap Kota Tua Surabaya, Pemerhati: Revitalisasi Jangan Serampangan

Sebelumnya, aksi penyebarluasan pemasangan spanduk ini adalah bentuk nyata pelaksanaan rekomendasi dari Komisi A DPRD Jatim. Sebagaimana diketahui, pada Senin (24/9/2019) lalu, telah digelar kegiatan dengar pendapat oleh Komisi A DPRD Jatim, pemegang surat ijo, BPN, Pemkot Surabaya, dan Pemprov Jatim.

Rekomendasi tersebut berisikan mengenai Pemkot Surabaya harus mencabut Perda 16 Nomor 2014 tentang Pelepasan Tanah Aset Pemkot Surabaya, Perda 3/2016 tentang Izin Pemakaian Tanah, Perwali 9/2018 tentang Perubahan Tarif Retribusi Kekayaan daerah, dan Pemkot tidak memungut retribusi tanah surat ijo. (AL)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.