Desain Alun-alun Surabaya (IG @lovesuroboyo)
Desain Alun-alun Surabaya (IG @lovesuroboyo)

MALANGTODAY.NET – Kota Surabaya telah memiliki pengalaman jalan ambles dari kejadian amblesnya jalan Gubeng pada akhir 2018 lalu. Kini, Pemkot Surabaya tak ingin mengulangi kejadian yang sama untuk Alun-alun Surabaya.

Sebagaimana telah diketahui, Alun-alun Surabaya akan dibangun di atas dan bawah tanah. Kontruksi yang ada di bawah tanah rencananya akan dibuat lebih kuat dibandingkan dengan Jalan Raya Gubeng.

Alun-alun Surabaya dibangun dengan metode berbeda dengan Gubeng yang mana pengerjaan akan dikuatkan di dinding terlebih dahulu. Setelah itu baru dilakukan galian tanah basement.

“Ini pengerjaannya agak berbeda dengan yang ada di Gubeng. Kita model skemanya top down. Jadi, pengerjaan dinding selesai dulu. Setelah dinding selesai plat beton, baru kita gali. Jadi lebih rigid,” ujar Kepala Bidang Bangunan Gedung DKPCKTR Iman Krestian dilansir dari Detik.com (11/3/2019).

Diungkapkan oleh Iman, sheet pile side wall atau dinding penahan akan dibuat dengan kedalaman 20 meter. Kemudian setelah sheet pile tersebut sudah kaku, baru dilakukan penggalian tanah. Selanjutnya, akan dilakukan pengecoran dan penggalian tanah bawahnya lagi.

Iman kemudian mengklaim bahwa pengerjaan Alun-alun di kawasan Balai Pemuda ini lebih aman. Sebab, kontruksi dikuatkan dahulu kemudian dilakukan penggalian.

“Jadi ini agak beda dengan di Gubeng. Kalau di Gubeng kan langsung open cut jadi ini tanpa lakukan konstruksi ini tapi langsung dilakukan penggalian. Otomatis dindingnya ini ambrol. Nah metode ini juga kita pakai di sekeliling Balai Pemuda sudah lebih aman,” pungkasnya. (AL)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.