Ahmad Dhani Dilaporkan ke Polda Jatim
Ahmad Dhani saat dilaporkan ke Polda Jatim @ Fakta News

MALANGTODAY.NET – Ahmad Dhani menjalani sidang lanjutan kasus vlog idiot yang menyeretnya ke meja hijau, Selasa (2/4/2019) di Pengadilan Negeri (PN) Surabaya. Dalam kesaksiannya kali ini, Dhani mengungkapkan alasan mengapa ia mengucapkan idiot.

Pentolan Dewa 19 ini menyatakan bahwa saat itu ia membuat vlog untuk mengabari teman-temannya di Tugu Pahlawan akan kondisinya. Lebih lanjut, Dhani mengungkapkan bahwa suasana di hotel saat itu sangat menegangkan.

Suami Mulan Jameela ini mengatakan ada orang yang mengintimidasi pergerakannya di dalam hotel. Akibatnya, ia pun tertahan tak bisa keluar hotel.

“Waktu itu saya harus memberitahukan info kepada teman-teman yang ada di Tugu Pahlawan. Saya membuat video untuk memberitahukan keadaan saya. Video itu saya buat menggunakan handphone saya. Video itu saya tujukan kepada mereka yang ada di Tugu Pahlawan,” ujar Ahmad Dhani di Ruang Cakra PN Surabaya dilansir dari Detik.com (2/4/2019).

Dalam keadaan seperti itu, Ahmad Dhani sempat akan keluar dari hotel dengan cara melompati pagar tembok. Sayangnya, Dhani yang kakinya mengalami asam urat tak kuat untuk melakukannya.

“Saya mau lewat pintu belakang. Mau loncat lewat tembok pagar ke Jalan Genteng. Sudah disiapkan sepeda motor di sana. Tapi tidak dimungkinkan karena kaki saya asam urat jadi tidak kuat,” bebernya dilansir dari Jatimnow (2/4/2019).

Durasi Vlog

Kemudian, Dhani mengaku bahwa vlognya tersebut ia buat dengan durasi 60 detik. Kata idiot ia ucapkan diatas detik ke-60. Namun ternyata kata idiot tersebut masuk dalam vlog tersebut.

“Yang saya tahu durasinya itu 60 detik saja. Jadi ada kata-kata idiot itu saya buat di atas 60 detik. Tapi sebenarnya saya curiga dengan kata-kata idiot itu, ternyata masuk. Tapi ketika masuk ternyata masuk kata-kata idiot itu,” ucapnya.

Pria asal Surabaya ini mengaku saat itu hanya spontanitas karena emosi saja. “Nggak tahu saya (kenapa mengumpat idiot). Namanya juga emosi. Kalau saya lagi di Surabaya ya keluarnya jancok,” tegas Dhani.

Pria kelahiran 1972 ini justru berdalih seharusnya hal tersebut tidak menjadi masalah. “Perasaannya ya nggak enak. Tapi menurut saya pribadi, ya seharusnya gak jadi masalah. Saya kan korban sebenarnya,” pungkas alumni SMAN 2 Surabaya ini. (AL)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.