Warna-warni Kota Tua Surabaya (Ncep Suroboyo)
Warna-warni Kota Tua Surabaya (Ncep Suroboyo)

MALANGTODAY.NET – Kota Tua yang terletak di Jl. Panggung, Kecamatan Pabean Cantikan, Kota Surabaya kini mulai mempercantik diri. Pemkot Surabaya telah menyulapnya menjadi kawasan yang menarik dengan pengecatan ulang penuh warna mencolok. Sayangnya, warna-warna yang dipilih untuk diterapkan di seluruh bangunan ini dinilai tidak sesuai dengan esensi dan image Kota Tua sebelumnya.

Menurut salah satu pemerhati kota, Kuncarsono, bangunan-bangunan tua yang dianggap megah pada tahun 1920-an memiliki warna khas yaitu pastel. Hal ini sangat berbanding terbalik dengan kondisi Kota Tua saat ini yang dicat dengan warna mencolok.

Baca Juga  Risma Bakal Tindak PNS Pemkot Surabaya yang Terlibat HTI

“Bangunan art nouveau era 1920-an yang aslinya kaya ornamen berwarna pastel hangat tanpa ampun disulap jadi Barbie Pink House Style,” ujar Kuncarsono dilansir dari Detik.com (11/1/2019).

Kuncarsono menambahkan, revitalisasi kawasan cagar budaya lebih memiliki banyak aspek yang harus dipertimbangkan. Menurutnya revitalisasi agar masyarakat menjadi tertarik bukan hanya dari tipuan mata belaka.

Ditambah lagi, kawasan Kota Tua ini sangat identik dengan bangunan Melayu yang bernuansa warna pastel. Dengan dicat dengan warna-warna mentereng, sekarang Kota Tua justru tampil dengan kesan modern.

“Sama-sama merevitalisasi, memperlakukan kawasan cagar budaya seharusnya beda dengan revitalisasi kampung di Jodipan, Malang yang viral itu. Jodipan dan kampung sejenis di banyak kota dasarnya memang kumuh sehingga perlu dilapisi warna-warna atraktif untuk ‘menipu’ mata,” jelasnya.

Baca Juga  Pengubah 'Wajah' Kampung Jodipan Akan Revitalisasi Kota Tua Surabaya

Lebih lanjut, ia menyatakan bahwa pemkot harus lebih berhati-hati dalam merevitalisasi kawasan tua. Nilai-nilai yang telah melekat di kawasan tersebut diupayakan agar tidak luntur.

“Harusnya revitalisasi jangan diterjemahkan serampangan. Pemkot lebih serius dan sabar sedikit deh. Ikuti kaidah pemugaran paling sederhana, mendokumentasikan satu-persatu, membuat mock-up desain, berdiskusi dengan pemiliki rumah, pertimbangkan masukan pakar dan eksekusi dengan pengawasan sungguh-sungguh. Berkolaborasi dengan orang yang sangat ahli di bidangnya itu penting, sekalipun wali kota kita seorang arsitek,” ungkapnya.


Penulis: Almira Sifak
Editor: Almira Sifak

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.