Ilustrasi Putusan Pengadilan Kasus Narkoba (Jawa Pos)
Ilustrasi Putusan Pengadilan Kasus Narkoba (Jawa Pos)

MALANGTODAY.NET – Jaringan bandar sabu antar pulau yang digawangi oleh Letto (25) asal Surabaya berhasil diendus polisi. Letto dan delapan orang kawannya ini pun telah divonis hukuman mati di Pengadilan Negeri (PN) Palembang pada Kamis (7/2/2019).

Delapan orang lainnya yaitu Candra (23), Trinil (21), Andik (24), Hasan (38), Ony (23), Sabda (33), Putra (23), Dika (22). Dalam pembacaan vonis terdakwa, hakim menyatakan bahwa Letto cs terbukti melanggar hukum sesuai Pasal 114 ayat 2 UU No 35 tahun 2009 tentang Narkotika.

“Terdakwa terbukti melakukan perbuatan melawan hukum sesuai Pasal 114 ayat 2 juncto Pasal 132 ayat 1 UU No 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Menjatuhkan hukuman mati,” ujar ketua majelis Efrata Tarigan dilansirdari Detik.com (8/2/2019).

Hakim menyatakan bahwa Letto terbukti merupakan anggota jaringan antarpulau yaitu Sumatera, Jawa, dan Kalimantan. Letto juga terbukti mengedarkan 4.950 butir ekstasi dan lebih dari 9 kilogram sabu.

Berdasarkan rincian, pada 12 Maret hinggal April 2018, Letto terbukti membawa sabu 80 kilogram dari Palembang dan Lampung dan akan dibawa ke Pulau Jawa. Agar lolos dari pemeriksaan, sabu tersebut ditutupi dengan muatan singkong.

Mengenai vonis hukuman mati tersebut, kesembilan bandar narkoba tersebut kemudian mengajukan banding. Disisi lain, putusan tiga hakim yang mengadili tersebut lebih tinggi daripada tuntutan Jaksa Penuntut Umum.

Meski demikian, hakim menyatakan bahwa vonis ini dijatuhkan sesuai dengan prosedur dan barang bukti yang ada. Hal ini juga menjadi upaya untuk memutus jaringan narkoba.

“Putusan dalam kasus ini sudah dengan alat bukti di persidangan. Majelis hakim berpendapat bahwa itu merupakan suatu keputusan yang adil, arif, dan tepat untuk edukasi agar tidak diikuti. Sekaligus jadi efek jera bagi terdakwa itu sendiri,” tutur juru bicara PN Palembang, Saiman. (AL)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.