Pintu Air Jagir (ist)
Pintu Air Jagir (ist)

MALANGTODAY.NET – Dibalik hingar bingar Kota Surabaya, nyatanya masih ada kisah mistis dibaliknya. Salah satu yang masih banyak dipercaya warga Surabaya hingga saat ini yaitu adanya siluman buaya di kali Jagir.

Kali Jagir merupakan salah satu anak Sungai Mas. Kali Jagir ini terletak di sepanjang Jl. Jagir Wonokromo. Kali yang merupakan peninggalan penjajahan Belanda ini memiliki satu pintu air. Pintu air ini cukup memiliki banyak fungsi dan mafaat bagi Kota Surabaya termasuk mengatur banjir.

Namun, justru di pintu air inilah kisah mistis tentang keberadaan siluman buaya itu berada. Selain tentang siluman buaya, ada juga yang menyebutkan bahwa disini juga ada siluman ular.

Hampir setiap tahun, kali ini selalu memakan korban tenggelam. Banyak yang menyebut korban-korban tersebut adalah tumbal mereka. Meskipun kebanyakan korban tenggelam yang dikabarkan adalah laki-laki, tapi sebenarnya juga ada korban perempuan.

Tak hanya itu, warga bahkan memberi teritorial sendiri untuk pembagian wilayah kali Jagir yaitu pintu air, rolak lanang, dan rolak wedok. Disebut rolak lanang karena korban yang tenggelam kebanyakan laki-laki. Begitu pula penyebutan rolak wedok karena banyak korban yang tenggelam adalah perempuan.

“Disini sekarang adanya penunggu laki-laki, biasanya disebut Rolak Lanang. Ada juga Rolak Wedok yang di pintu air Wonokromo,” ungkap petugas pintu air Jagir, Sugianto dilansir dari salah satu sumber  (11/7/2014).

Kabar terakhir, korban tenggelam adalah Untung, warga Bendul Merisi Jaya Gang V Kecamatan Wonocolo, Surabaya. Ia dikabarkan tenggelam pada Jumat (18/1/2019). Hingga kini (24/1/2019) belum ada kabar mengenainya.

Pintu Air Jagir saat sore (IG @elmarcapada)
Pintu Air Jagir saat sore (IG @elmarcapada)

Menurut salah satu orang indigo yang turut serta mencari korban, Adrian Kenzo Setiawan. Ada siluman ular yang sengaja menutupi keberadaan korban dari pencarian petugas gabungan. Ia menyatakan meski di kali tersebut juga ada siluman buaya yang disebut Mbah Wongso tapi Mbah Wongso justru bersifat baik.

“Mbah Wongso itu seperti buaya, tapi bukan dia yang menutupi. Tapi si siluman ular itu. Kalau Mbah Wongso itu sebenarnya baik bahkan dia meminta ular itu untuk melepaskan orang yang dicari-cari kemarin,” terang Kenzo dilansir dari Jatimnow (22/1/2019).

Selain itu, menurut pengakuan salah seorang anak sekolah yang hampir akan terjun ke sungai bahwa ada perempuan yang mengajaknya masuk ke sungai tersebut. Ia juga mengaku bahwa sebelumnya tidak mengenal kali Jagir. Beruntung, bocah tersebut pun berhasil diselamatkan warga dengan cara ditampar hingga pingsan.

Dilansir dari tayangan televisi Jalan Malam yang disiarkan oleh Trans7, seorang pria yang disebut-sebut dirasuki oleh penghuni pintu air Jagir ini mengungkapkan bahwa mereka sengaja akan membawa siapapun yang tidak sopan saat mengunjungi kali Jagir.

“Kalau tidak punya sopan santun di daerah sini, aku bawa!” ujarnya.

Percaya atau tidak, melalui tubuh orang yang dirasuki itu pula, orang tersebut meyatakan agar pesan tersebut disampaikan ke orang lain.

“Sampaikan sama orang-orang itu kalau tidak bisa jaga lingkungan, aku bawa!” begitulah ucapnya.

Sementara itu, ada juga warga yang menyatakan jika hanya melihat kepala di muka air kali Jagir supaya tidak ditolong. Menurut mereka itu hanyalah tipuan agar warga yang nakan menolong ikut tersesat dan tenggelam. (AL)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.