Wisnu Wardana eks Ketua DPRD Surabaya (Bengkulu Ekspress)
Wisnu Wardana eks Ketua DPRD Surabaya yang terjerat kasus korupsi pelepasan aset BUMD PT PWU@Bengkulu Ekspress

MALANGTODAY.NET– Wisnu Wardhana, sebagian besar warga Surabaya mungkin mengenalnya sebagai Ketua DPRD Surabaya periode 2009-2014. Namanya cukup kontroversial baik di mata masyarakat Surabaya maupun politisi.

Bagaimana tidak, ia terkenal sebagai kutu loncat dengan berpindah-pindah partai. Kemudian ia juga viral karena sempat akan menggulingkan kepemimpinan Tri Rismaharini sebagai Wali Kota Surabaya. Hingga kabar terakhir ia tersandung korupsi dan dijebloskan ke penjara.

Baca Juga  Dramatis! Begini Penangkapan Eks Ketua DPRD Surabaya, Anak Berteriak Hingga Anggota Kejati Tertabrak

Jika ditelusur dari karirnya sebagai Ketua DPRD Surabaya, disana ia diusung oleh partai Demokrat. Kala itu, selain menjabat sebagai Ketua DPRD ia juga menjabat sebagai Ketua DPC Demokrat Surabaya.

Pada masa itu, ia pernah menggalang hak angket sebagai upaya untuk menggulingkan Risma. Sayangnya upaya itu terganjal karena ada partai yang tidak setuju lantaran tidak cukup kuat buktinya.

Dilansir dari inews.id (9/1/2019), Partai Demokrat yang menaunginya pun balik menjatuhkan hukuman kepadanya atas upaya pelengseran Risma. Selain itu, ia juga tersandung atas kasus korupsi Bimbingan Teknis (Bimtek) di Polrestabes Surabaya. Kasus korupsi Bimtek tersebut disebut-sebut masih menggantung hingga sekarang.

Lepas dari Demokrat, kemudian ia berpindah naungan ke partai Hanura. Disana ia menjabat pada posisi yang sama yaitu sebagai Ketua DPC Hanura Surabaya. Di partai Hanura ia sempat mencalonkan diri sebagai calon legislatif DPR RI pada Pemilu 2014 namun gagal.

Wisnu Wardana (seragam kuning) saat masih berkiprah di Hanura (Pojok Pitu)
Wisnu Wardana (seragam kuning) saat masih berkiprah di Hanura (Pojok Pitu)

Di kalangan politisi partai, namanya cukup tenar karena bisa disebut ia seorang petualang. dan selalu bisa mendapatkan posisi ketua. Sebelum ia bergabung dengan Demokrat, ia tergabung dalam Partai Kebangkitan Bangsa (PKB). Ia pun menjabat sebagai Ketua DPC PKB Surabaya. Namun, tak berlangsung lama ia keluar dari PKB dan beralih ke Hanura.

Ia bergabung dengan PKB setelah dirinya pensiun dari PT Panca Wira Usaha (PWU). Di BUMD tersebut ia menduduki jabatan sebagai Kepala Biro Aset. Posisi inilah yang menjadi cikal bakal terseretnya Wisnu dalam pusaran korupsi.

Bersama eks Menteri BUMN, Dahlan Iskan yang kala menjabat sebagai Direktur Utama, Wisnu terjerat kasus korupsi atas pelepasan aset PT PWU di Kediri dan Tulungagung pada tahun 2003 silam.

Pada putusan Pengadilan Tipikor Surabaya, Wisnu mendapat vonis 3 tahun penjara, denda uang sebesar Rp 200 juta, dan uang pengganti sebesar Rp 1,5 miliar.

Namun Wisnu mengajukan banding ke Pengadilan Tinggi Jawa Timur dan mendapatkan vonis 1 tahun penjara. Dilansir dari Kompas.com (9/1/2018), Jaksa kemudian mengajukan kasasi ke Mahkamah Agung (MA).

MA akhirnya menjatuhkan vonis ke Wisnu berupa hukuman 6 tahun penjara, denda uang Rp 200 juta atau diganti dengan hukuman 6 bulan penjara serta uang pengganti Rp 1,5 miliar.

Atas putusan hukum tetap dari MA, pihak Kejari Surabaya tidak melakukan pemanggilan terhadap Wisnu. Kejari justru mengimbau Wisnu untuk menyerahkan diri.

Wisnu Wardana dimintai keterangan setelah berhasil ditangkap Kejari Jatim (JPNN)

Sayangnya hingga 1 bulan berlalu tidak ada kabar kemunculan Wisnu. Akhirnya pada Selasa (8/1/2019) malam Kejari mengendus keberadaan Wisnu di Stasiun Pasar Turi Surabaya. Setelah dikonfirmasi, tim dari Kejari pun langsung mengikuti Wisnu yang kala itu keluar dari stasiun menggunakan mobil Toyota Sigra warna hitam.

Wisnu berada di mobil dengan anaknya. Mengetahui telah dikejar tim Kejari, mobil Wisnu semakin melaju kencang ke arah jembatan Suramadu.

Tim Kejari pun langsung bertindak cepat dengan menghadang laju mobil Wisnu di kawasan Kenjeran, Surabaya pada Rabu (9/1/2019). Sayangnya, niat itu tidak disambut baik. Wisnu justru menabrak motor tim Kejari. Atas kejadian ini, laju mobil Wisnu pun terhenti karena ban depan tersangkut bodi motor.

Wisnu Wardana eks Ketua DPRD Surabaya yang terjerat kasus korupsi pelepasan aset BUMD PT PWU (Istimewa)
Baca Juga  Tersandung Korupsi, Kejati Jatim Minta Mantan Ketua DPRD Surabaya Menyerahkan Diri

Wisnu yang berada di dalam mobil pun langsung dibekuk dan diborgol oleh petugas Kejari. Tidak ada banyak perlawanan dari Wisnu sendiri. Berbeda dengan anaknya yang sempat berontak kepada tim saat mengetahui ayahnya digelandang ke mobil petugas.

Hari itu juga, Wisnu langsung dijebloskan ke Lapas Porong untuk menjalani hukuman yang telah ditetapkan oleh MA. Disisi lain, pencalonan Wisnu sebagai calon legislatif DPR RI pada Pemilu 2019 mendatang untuk dapil Pasuruan dan Probolinggo juga sedang diurus untuk dihapuskan.


Penulis: Almira Sifak

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.