Ilustrasi Polantas saat melakukan hukuman push up @ murianews
Ilustrasi Polantas saat melakukan hukuman push up @ murianews

MALANGTODAY.NET Operasi Zebra Semeru 2018 berakhir Senin, 12 November lalu. Tidak hanya memberikan surat tilang kepada pengendara yang melanggar, Satlantas Polrestabes Surabaya juga lakukan mendapatkan evaluasi selama operasi berlangsung.

Hal ini diungkapkan Kasatlantas Polrestabes Surabaya AKBP Eva Guna Pan Pandia melalui laman detik. Eva mengaku tak hanya memberikan apresiasi pada jajarannya yang berprestasi selama operasi, tetapi juga hukuman.

BACA JUGA: Bukan Puti Guntur Soekarno, Ternyata Ini Kandidat Kuat Pengganti Risma

“Selama Operasi Zebra kita perintahkan ke anggota untuk zero toleransi kepada setiap pelanggar, semuanya wajib ditilang. Untuk itu kita memberikan penghargaan untuk anggota yang melakukan tilang terbanyak, sebaliknya untuk anggota yang kurang dalam penindakan akan kita berikan punishment,” kata Eva, Rabu (14/11/2018).

Penghargaan dan hukuman kepada anggotanya

Bagi anggota yang berprestasi, Eva memberikan simbol berupa bendera berwarna biru, sedangkan anggota yang menerima hukuman diberi bendera warna hitam. Tak hanya itu, mereka juga dihukum push up oleh Eva.

“Yang bagus kita berikan bendera biru dan punishment mendapatkan bendera hitam. Pada waktu dinas, bendera itu ditancapkan di pos-pos masing-masing, kemudian pulang baru boleh diambil kembali,” terang Eva.

Eva menambahkan, penghargaan dan hukuman kepada anggotanya ini tak lain sebagai salah satu upaya untuk meningkatkan kinerja mereka.

35.875 surat tilang dikeluarkan Polrestabes Surabaya saat operasi

Dari angka tersebut, Eva menyebutkan jika angka pelanggaran di Kota Surabaya terus meningkat.

“Kalau jumlah pelanggaran terus meningkat. Ini disebabkan jumlah kendaraan yang masuk ke wilayah Surabaya terus naik. Dalam satu bulan tercatat ada 12 ribu kendaraan yang melintas di wilayah Kota Surabaya. Selain itu banyaknya kendaraan dari luar kota yang masuk,” katanya.

BACA JUGA: 5 Kisah Horor Legendaris Kampus ITB Bandung, Bayanginnya Aja Ogah!

Meski demikian, menurut Eva, kesadaran berlalu lintas warga Kota Surabaya juga cenderung meningkat.

“Warga Kota Surabaya kesadaran berlalu lintas sudah baik dan meningkat. Mereka sudah paham terkait aturan lalu lintas. Namun hanya ulah segelitir oknum saja yang membuat berbeda,” tutupnya.

Baca Juga  Kini Ada Cara Praktis Bayar SIM dan SKCK di Surabaya, Sudah Tahu?

Penulis: Ilham Musyafa
Editor: Ilham Musyafa

Loading...