Politisi Umbar Ucapan ‘Demi Bangsa’, Sujiwo Tejo:
Sujiwo Tejo kritik ucapan politisi @Berani News

MALANGTODAY.NET – Perseteruan politik menjelang Pemilihan Presiden 2019 (Pilpres 2019) kian memanas. Hampir dipastikannya Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) bergabung dengan koalisi Prabowo Subianto membuat publik menilai bahwa pertarungan Pilpres mendatang akan menampilkan duel klasik antara Megawati Soekarno Putri dan SBY. Salah satunya adalah seniman Indonesia yang dijuluki ‘Dalang Edan’, Sujiwo Tejo.

Dalam panggung Indonesia Lawyers Club (ILC) yang menampilkan perwakilan dari dua kubu politik, Sujiwo turut hadir sebagai pengamat. Hadir juga di posisi yang sama dengan Sujiwo adalah Rocky Gerung.

Baca Juga: Fokus Dukung Jokowi, Laskar Santri Tak Menuntut Lebih Soal Cawapres

Dalam acara tersebut, Presiden Jancukers ini memberikan closing statement yang menyatakan sepakat dengan tanggapan publik yang menilai bahwa pertarungan politik pada 2019 mendatang adalah pertarungan antara Megawati dan SBY.

Sujiwo mencontohkan pertarungan politik mendatang layaknya pertandingan final Piala Dunia 2018 yang mempertemukan Prancis dan Kroasia. Ketika orang pada umumnya menilai ini adalah pertandingan antar pemain di lapangan, orang yang ‘mendalami’ akan mengerti bahwa pertandingan ini adalah adu taktik antara kedua pelatih masing-masing kesebelasan.

“Jadi kita mendidik masyarakat lebih dalam lagi. Jadi saya lebih setuju judul ini,” ujar Sujiwo.

Baca Juga: Laskar Santri di Malang Gelar Deklarasi Dukung Jokowi 2 Periode

Ucapan ‘Demi Bangsa dan Negara’ Itu Sudah Hancur!

Masih di acara ILC, seniman kelahiran Jember itu turut mengkritisi ucapan para politisi yang mencantumkan embel-embel ‘Demi Bangsa dan Negara’ jelang Pilpres 2019. Menurutnya, banyak kalimat yang hancur di dunia ini karena sudah tidak ada faktanya, salah satu di antaranya adalah frasa ‘Demi Bangsa dan Negara’ yang diucapkan para politisi.

“‘Demi Bangsa dan Negara’ itu sudah hancur. Orang ketawa dengar itu, minimal saya itu, minimal Jancuker (istilah untuk penggemar Sujiwo Tejo). Aku ketawa sambil makan krupuk ‘Demi Bangsa dan Negara’ like-nya banyak banget karena udah nggak percaya. Bilang aja demi apa gitu, tolong cari sendiri,” terang Sujiwo.

Baca Juga: Cucu Kedua Jokowi Lahir Sehat Dengan Jenis Kelamin Perempuan

Bahkan, Sujiwo menyarankan agar politisi tak perlu bicara berdasarkan data karena data bisa dibuat sendiri. Ia menyarankan agar politisi bicara dengan rasa. Tak tanggung-tanggung, ia menyarankan politisi untuk belajar dan berkonsultasi dengan manajemen Syahrini yang hampir setiap ucapannya menjadi populer di masyarakat. “Tapi orang politik tidak menyerap itu!” tandasnya.

Pernyataannya itu sontak memancing tawa dari pihak-pihak yang hadir malam itui. Namun, Sujiwo tetap tak bergeming dan tetap memberi pesan pada para politisi tersebut.

“Ingat, ‘demi bangsa dan Negara’ sudah hancur. Tolong jangan ngomong itu lagi karena sudah nggak percaya,” tukas budayawan yang pernah menimba ilmu di Institut Teknologi Bandung itu.


Penulis : Raka Iskandar
Editor : Raka Iskandar