Menguak Rahasia Dibalik Gencatan Senjata RI – Belanda 69 Tahun Lalu
Gencatan senjata RI - Belanda 3 Agustus 1949 @Indonesia Zaman Doeloe

MALANGTODAY.NET – Tepat hari ini, 69 tahun yang lalu, perang kemerdekaan yang dikobarkan oleh pejuang Indonesia kepada tentara Belanda memasuki babak akhir. Kedua belah pihak memutuskan untuk mengakhiri peperangan satu sama lain dan memutuskan untuk menempuh jalur diplomasi.

Banyak hal yang belum diungkapkan sepenuhnya terkait kejadian pada 3 Agustus 1949. Seperti apa kejadiannya? Pramoedya Ananta Toer mengutarakan fakta-fakta menarik tentang apa yang terjadi hari ini 69 tahun yang lalu dalam bukunya Kronik Revolusi Indonesia Jilid V.

Baca Juga: Sejarah Hari Ini: Bagaimanapun Inggris Pernah Icip Rasanya Juara Piala Dunia

Silahkan menikmati!

Perintah Gencatan Senjata Kedua Belah Pihak
Perintah Gencatan Senjata Kedua Belah Pihak
Bung Karno ketika melantik Sudirman @Rosodaras

Presiden Indonesia Ir Soekarno selaku Panglima Tertinggi Angkatan Perang Republik Indonesia (APRI) memerintahkan gencatan senjata lewat Radio Republik Indonesia (RRI) Yogyakarta. Upaya ini dilakukan Soekarno sebagai syarat mutlak untuk memulai Konferensi Meja Bundar.

Setali tiga uang, Wakil Tinggi Kerajaan Belanda di Indonesia, A.H.J Lovink memerintahkan tentara Blelanda hal yang serupa lewat radio Jakarta. Hal ini menggagalkan usaha Belanda yang ingin menghancurkan Republik Indonesia lewat aksi militer Operatie Kraai (Operasi Gagak).

Soekarno Tegaskan Perjuangan Belum Selesai
Soekarno Tegaskan Perjuangan Belum Selesai
Soekarno @Hello Indonesia

Bung Karno yang mengetahui bahwa tentara Belanda masih berat hati meninggalkan Indonesia memberi perintah kepada seluruh pejuang tanah air untuk menghentikan perang gerilya. Namun bukan berarti perintah tersebut menunjukkan untuk menghentikan perjuangan

Proklamator kemerdekaan tersebut memerintahkan pada seluruh pejuang untuk menjaga keamanan wilayah masing-masing untuk menjadi perisai rakyat Indonesia.

Baca Juga: Sudah Tahu Belum Sejarah Sendok? Ternyata, Awalnya Bukan Buat Makan Loh!

Perencanaan Serangan Umum Solo
Perencanaan Serangan Umum Solo
Brigjen Slamet Riyadi @Indonesia Zaman Doeloe

Achmadi, Gatot Subroto, dan Slamet Riyadi berencana untuk menduduki kantong-kantong strategis dalam kota Solo. Hal ini bertujuan untuk mencegah Belanda yang melakukan hal serupa.

Achmadi kemudian memerintahkan seluruh komandan rayon untuk datang ke markasnya di Jenggrik untuk menentukan serangan umum untuk menduduki Kota Solo. Rapat tersebut menelurkan hasil untuk melakukan serangan umum besar-besaran ke dalam kota Solo untuk mendapatkan posisi yang menentukan apabila cease fire diperintahkan, didahului denga serangan penembak jitu dan pemasangan bom tarik.


Penulis : Raka Iskandar
Editor : Raka Iskandar