Peluangnya di Pilpres 2019 Mendatang, Ini Kata Gatot Nurmantyo!
Jenderal TNI (Purn) Gatot Nurmantyo seusai menjadi pembicara dalam Seminar Kebangsaan di UMM (Yoga)

MALANGTODAY.NET – Nama Jenderal TNI (Purn) Gatot Nurmantyo masih sering muncul dalam bursa kandidat Capres maupun Cawapres. Namun nampaknya, peluangnya untuk diusung menjadi dalam Pilpres 2019 mendatang, sangat tipis karena hingga saat ini belum memiliki sokongan dari partai politik.

Ditambah lagi, kabar terbaru menyebut kemungkinan besar Capres yang akan bertarung hanya Jokowi versus Prabowo. Jika itu terjadi, Gatot hanya mempunyai kesempatan menjadi Cawapres.

Baca Juga: Menguak Rahasia Dibalik Gencatan Senjata RI – Belanda 69 Tahun Lalu

Namun peluang untuk menjadi Cawapres pun, nampaknya juga sangat tipis mengingat ia harus bersaing dengan tokoh-tokoh politik kuat lainnya. Meski begitu, Gatot menyebut bahwa peluangnya untuk maju sebagai Capres maupun Cawapres belum bisa dibilang mustahil. Pasalnya, segala kemungkinan bisa saja terjadi sebelum pendaftaran kandidat Capres maupun Cawapres nanti.

“Jadi pencalonan presiden ini semuanya masih cair. Logika manusia, bahwa saya ketua partai dan murni partai. Kemudian masing-masing ketua partai sudah mencalonkan sebagai presiden atau wakil presiden, atau menyiapkan calonnya. Logikanya, tidak mungkin ada peluang, kan,” kata dia usai menjadi pembicara Seminar Kebangsaan di Muktamar ke XVIII Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) di Theater Dome Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Jumat (3/8).

Baca Juga: Ini Arti Nama Sedah Mirah Nasution, Cucu Kedua Jokowi

Gatot pun menyebut, komunikasi dengan partai politik juga masih terus terjalin.  “Pasti sangat mungkin (poros baru). (Sekarang) saling pendekatanlah, semuanya masih melihat peluang,” pungkasnya.

Mantan Panglima TNI ini pun berharap, akan ada poros baru yang mengusungnya pada Pilpres 2019 mendatang. Seperti diketahui, dukungan relawan untuk Gatot saat ini masih terus mengalir.

Baca Juga: Ngakak Abis, 15 Profil Pengguna Tinder Ini Bikin Terpingkal-Pingkal

“Makanya saya menjemput takdir saja. Apa yang ditakdirkan,” jelasnya.


Reporter: Rahmat Mashudi Prayoga
Editor: Swara Mardika