Resmi Hengkang, Luis Milla Sebut Manajemen Buruk dan Tak Profesional
Luis Milla @SatuPedia

MALANGTODAY.NET – Setelah terombang-ambing tak menentu, tim nasional (timnas) Indonesia dipastikan tidak akan ditangani oleh Luis Milla. Pelatih asal Spanyol tersebut menyatakannya dalam unggahan foto di akun Instagram-nya @luismillacoach.

Unggahan tersebut berisi 5 foto yang menggambarkan kebersamaan Milla selama melatih timnas Merah Putih. Meski hanya bertahan selama satu setengah tahun, Milla menyatakan rasa bahagianya selama tinggal di Indonesia.

Baca Juga: Gagal Lolos, Pelatih Cina Taipei Sebut Pemainnya Keracunan di Indonesia

View this post on Instagram

Today is not an easy day for me, since I will not continue as a coach in Indonesia. A project of more than a year and a half has come to an end, where despite the poor management, constant breaking of the contract and low professionalism of the leaders, over the last ten months, I leave with the feeling of having done a good job. . Indonesia will always be my second homeland, as I appreciate how well the Town has treated my wife, my assistants and myself. I would like to thank all my Staff their support and all the hard and professional work done, especially to BIMA, BAYU, DOCTOR PAPI, SR. ENRI, SUDIR, ARMIN, ALI, MANU, IPANG and UCCI. It has been a pleasure working with all of you! . Finally, I don´t want to say goodbye without a special mention to the players, who have shown commitment, modesty and the will to improve with an excellent attitude at all times. . I will never forget You and you will always be in my heart. Remember you have a friend in Spain for whatever. THANKS Indonesia! 🇮🇩 . . . Hoy es un día triste para mí, ya que no voy a continuar como Seleccionador de Indonesia. Termina un proyecto de más de un año y medio, donde a pesar de la mala gestión, incumplimiento constante del contrato y poca profesionalidad de los dirigentes en estos últimos diez meses, me quedo con la sensación de haber hecho un buen trabajo y sintiendo que Indonesia será mi segunda casa, por cómo nos ha tratado el pueblo de Indonesia tanto a mí, como a mi mujer y a mis ayudantes. . Quería agradecer a todo mi staff la ayuda, el trabajo bien hecho y profesional empezando por BIMA, BAYU, DOCTOR PAPI, SR. ENRI, SUDIR ARMIN, ALI, MANU, IPANG y UCCI. Ha sido un enorme placer haber trabajado con vosotros. . Por último, despedirme de los verdaderos protagonistas, los jugadores, que habéis demostrado en todo momento vuestro compromiso, humildad y ganas de mejorar, con una actitud ejemplar. Nunca os olvidaré y siempre estaréis en mi corazón. En España tenéis un amigo para lo que necesitéis. . GRACIAS DE CORAZÓN Indonesia! 🇮🇩 . Sampai jumpa iagi. Terima Kasih atas dedikasi dan waktunya Selena ini.

A post shared by Luis Milla (@luismillacoach) on

Meski menyatakan bahwa dirinya bahagia selama tinggal di Indonesia, namun Milla tak menampik bahwa ia mendapatkan perlakuan yang kurang menyenangkan selama menangani timnas Evan Dimas dkk. Dalam postingan tersebut, ia juga menyindir kinerja buruk manajemen yang dinilainya tidak profesional.

“Sebuah proyek yang lebih dari satu setengah tahun telah berakhir, di mana meskipun manajemen yang buruk, pemutusan kontrak yang konstan, dan rendahnya profesionalisme para pemimpin selama sepuluh bulan terakhir. Saya pergi dengan perasaan telah melakukan pekerjaan yang baik,” tukas Milla dalam postingan tersebut.

Luis Milla memang berhasil melakukan pekerjaan yang baik meski tak mampu memenuhi ekspektasi yang dibebankan padanya. Dikutip dari Indosport.com, kepergian Milla menyisakan tiga kerugian yang harus ditangani oleh pelatih selanjutnya.

Pertama, Milla dikenal kerap percaya diri terhadap pemain muda dan menggembleng mereka untuk tumbuh menjadi pemain berkualitas. Kedua, Direktur Teknik PSSI Danurwindo pernah menuturkan bahwa ia belum pernah menemui sebelumnya pelatih asing yang memiliki pengamatan rinci dalam hal taktik. Mantan pelatih timnas Spanyol U-21 tersebut juga dikenal mampu membaca arah permainan.

Baca Juga: Berhasil Cetak 2 Gol, Hanif Sjahbandi Dilarikan ke Rumah Sakit

Terakhir, Milla adalah sosok yang sangat peduli terhadap kualitas kepelatihan di Indonesia. Ia bahkan mencetuskan Filanesia (Filosofi Sepak Bola Indonesia) yang nantinya akan dipelajari oleh calon pelatih muda yang ingin memahami dunia kepelatihan sebelum terjun mengambil kursus.

Jadi PSSI, bagaimana selanjutnya? Terima kasih, coach!


Penulis: Raka Iskandar
Editor: Raka Iskandar

Loading...