Biasa Jadi ‘Badut UCL’, Bisa Apa Juventus Tanpa Ronaldo?
Selebrasi Cristiano Ronaldo (kanan) setelah mencetak gol ke gawang Atletico Madrid @Sports Illustrated

MALANGTODAY.NET – Dominan di kompetisi domestik, Juventus hampir selalu tak mampu bicara banyak saat tampil di pentas UEFA Champions League (UCL). Meski menyandang status sebagai salah satu tim elit di Eropa, namun La Vecchia Signora hanya mampu mengoleksi dua gelar Liga Champions (1985 dan 1996).

Raihan itu tak ayal membuat Juventus mendapatkan ejekan sebagai badut UCL. Yang lebih miris adalah gelar juara itu didapat setelah sembilan kali mencapai babak final. Itu artinya, klub yang bermarkas di Turin mencatatkan runner up terbanyak sebanyak 7 kali. Catatan ini bahkan ‘mengalahkan’ klub sekaliber Bayern Munich dan Benfica (5 kali).

Sadar akan hal itu, manajemen Juventus merekrut mega bintang Cristiano Ronaldo di awal musim 2018/19. Kapten timnas Portugal itu bahkan memiliki catatan gelar UCL lebih banyak ketimbang milik Nyonya Tua. Namun sepertinya, Ronaldo memang adalah kepingan yang dibutuhkan Juve untuk menjuarai kompetisi tertinggi di Eropa itu.

Pertandingan semalam pun menjadi bukti betapa butuhnya klub milik keluarga Agnelli itu terhadap Ronaldo. CR7 menjadi aktor penting yang memborong semua gol untuk mengantarkan Bianconeri ke babak perempat final. Comeback dramatis setelah sebelumnya kalah 0-2 dari Atletico Madrid membuat peranan mantan pemain Real Madrid itu amat vital.

Lalu pertanyaannya, bisa apa Juventus tanpa Ronaldo?

Mari kita tengok capaian Bianconeri di UCL sebelum kedatangan Ronaldo. Dalam dua musim sebelumnya, CR7 menjadi antagonis yang selalu berhasil membenamkan mimpi Juve mengangkat Si Kuping Besar. Musim lalu, golnya memupuskan asa Juventus yang sempat mengejar ketertinggalan tiga angka sebelumnya. Musim sebelumnya, aksinya di final menggagalkan kembali upaya Juve.

Hal serupa saat bermain tanpa Ronaldo. Ingat saat di Serie A, pemain bernomor punggung 7 itu turun sebagai pemain pengganti dan segera menyelamatkan muka timnya yang tertinggal 0-1 dari tim sekelas Empoli. Meski diperkuat pemain sekaliber Paulo Dybala, Miralem Pjanic, hingga Mario Mandzukic, sepertinya tanpa CR7 mereka mungkin masih badut UCL.

Saat Ronaldo absen, Juve memang berhasil meraih kemenangan atas Valencia dengan skor 2-0 yang semuanya didapat dari penalti. Namun tanpanya, tim Hitam Putih itu juga berhasil menang 3-0 atas Young Boys lewat aksi Dybala. Lalu kesimpulannya?

Patut dilihat sejauh apa ketergantungan Juve atas Ronaldo. Sebagai catatan, Madrid yang kehilangan top skor sepanjang masanya itu dipastikan telah kehilangan tiga gelar musim ini. Kita tunggu saja, Zens! (sig)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.