119 Tahun Usia AC Milan, 5 Pemain Ini Sebut Menyesal Pernah Gabung Rossoneri
Leonardo Bonnuci ketika masih membela AC Milan (Twitter/ACForzaMilano)

MALANGTODAY.NET – Tepat pada hari ini, 16 Desember 2018, AC Milan merayakan hari jadi mereka yang ke-119. Di usia yang terbilang cukup tua ini, tentunya berbagai prestasi juga telah berhasil ditorehkan oleh klub yang join markas dengan Internazionale di San Siro, Kota Milan, Italia.

Dalam beberapa tahun, performa AC Milan tak seperti nama besar yang mereka agungkan. Jangankan meraih titel kejuaraan bergengsi, untuk menembus zona Liga Champions saja AC Milan masih selalu kesulitan.

Kondisi tersebut diperparah dengan hilir mudiknya berbagai pemain yang kebanyakan tak sesuai yang diharapkan. Bahkan, beberapa pemain ini menyebut bahwa mereka menyesal lho pernah bergabung dengan AC Milan.

Dilansir dari berbagai sumber, siapa sajakah mereka?

Diego Lopez

Di Real Madrid saat era Jose Mourinho, nama Diego Lopez menjadi fenomenal karena mampu menyingkirkan kiper sekaligus kapten utama Madrid kala itu, Iker Casillas. Sadar Real Madrid cenderung membeli pemain bintang dan dirinya mungkin juga akan tersingkir, di musim panas tahun 2014 Diego Lopez memutuskan untuk memulai tantangan baru dengan bergabung bersama AC Milan.

Namun, keputusan ini mungkin akan ia sesali seumur hidupnya. Datang ke AC Milan membawa CV kiper utama Real Madrid, di San Siro Diego Lopez hanya menjadi kiper pilihan ketiga di bawah Christian Abbiati dan kiper muda Gianluigi Donnarumma.

“Saya meninggalkan Real murni karena alasan di atas lapangan. Kedatangan Keylor Navas membuat saya memutar otak, Kemudian Milan datang dan saya berpikir mereka bisa memberikan beberapa aspek tertentu dalam hidup serta karier saya. Kini setelah setahun lamanya, saya menyesali keputusan ini. Karena saya merupakan penggemar sejati Real, tentu saja sulit meninggalkan klub yang Anda cintai dimana saya juga masih jadi kiper utamanya,” curhat Diego Lopez dalam sebuah wawancara bersama Marca beberapa waktu silam.

Baca Juga  Selamat Hari Mencuci Tangan Sedunia, Ini Fakta Unik Tentang Cuci Tangan
Dominic Adiyiah

Tampil gemilang bersama timnas Ghana di ajang Piala Dunia U-20 tahun 2009 silam, nama Dominic Aidiyah segera diamankan oleh AC Milan. Aidiyah diproyeksi menjadi mega bintang selanjutnya dunia sepak bola Eropa.

Hampir 10 tahun berselang, kini karir Aidiyah stagnan di kasta kedua kompetisi sepak bola Turki. Atas karirnya yang anjlok ini, Dominic Aidiyah menyalahkan AC Milan.

“Buat saya, harus saya katakan kalau keputusan itu (pindah ke AC Milan) adalah sebuah kesalahan besar,” ujar Aidiyah dalam sebuah wawancara beberapa waktu silam seperti dikutip dari detik.com.

Bojan Krkic

Bojan Krkic digadang-gadang mampu menjadi pemain muda bersinar selanjutnya yang sukses diorbitkan oleh La Masia, akademi Barcelona. Sayangnya ketika diberi kesempatan merumput bersama skuad utama Barcelona, Bojan Krkic gagal menunjukkan kemampuan terbaiknya.

Mencoba mengembalikan kemampuan terbaik Bojan, Barcelona meminjamkan Bojan ke klub Serie A Italia, AS Roma kemudian AC Milan. Tak segera moncer, Bojan pun ditransmigrasikan lagi ke Ajax Amsterdam.

“Pilihan saya, Roma dan AC Milan, salah. Mungkin, seharusnya saya memilih Eredivisie sejak 2011 lalu,” ujar Bojan, yang pada musim 2012/13 hanya bermain di 19 laga bersama Rossoneri, kepada De Telegraaf.

Marco Van Ginkel

Kebijakan Chelsea yang membeli banyak bintang muda untuk kemudian dipinjamkan ke berbagai klub lainnya demi meraup keuntungan financial tentunya berdampak pada karir beberapa pemain muda mereka yang kesulitan beradaptasi. Marco Van Ginkel menjadi salah satu contohnya.

Sebagai pemain muda potensial, Marco Van Ginkel kecewa karena tidak banyak mendapatkan kesempatan bermain pada masa peminjamannya di AC Milan. Ketidakbetahan Van Ginkel dikisahkan oleh sang agen pemain, Karel Jansen.

Baca Juga  Selamat Ulang Tahun Ismed Sofyan! Inilah 5 Fakta Menarik Tentangnya

“Marco memulai musim di bangku cadangan, sesuai dengan perkiraan memang karena ia tengah berada di klub dan negara yang baru. Namun setelah pulih dari cedera, ia sangat jarang diturunkan. Kami semua tak senang dengan kondisi ini, logis saja,” ungkap Jansen seperti dilansir Fox Sports.

Leonardo Bonucci

Terakhir dan teranyar ada nama bek Juventus Leonardo Bonnuci. Memutuskan pindah dari Juventus ke AC Milan dengan dalih menginginkan tantangan baru, satu tahun berselang Bonnuci sudah ‘balik kucing’ lagi ke Juventus.

“Sejujurnya, pada awalnya saya heran mengapa saya melakukan ini (transfer ke Milan) dan apakah itu layak dilakukan,” kata Bonucci dikutip dari Sky Sport Italia.


Penulis: Swara Mardika
Editor: Swara Mardika

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.